Batalkah Salat Makmum yang Tidak Ikut Sujud Tilawah Imam?

0
1060

BincangSyariah.Com – Ketika kita membaca ayat sajdah dalam Alquran, maka kita disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Muin mengatakan:

تسن سجدة التلاوة لقارئ وسامع جميع آية سجدة، ويسجد مصل لقرآءته إلا مأموما فيسجد هو لسجدة إمامه

Artinya: “Sujud tilawah disunnahkan bagi orang yang membaca atau mendengar ayat sajdah. Begitu pula orang yang sedang mengerjakan salat dianjurkan sujud ketika membaca ayat sajdah, kecuali bagi makmum, karena dia mesti sujud mengikuti sujud imamnya.”

Sujud tilawah dianjurkan saat mengerjakan salat atau di luar salat, baik bagi orang yang salat sendirian atau salat berjamaah. Hanya saja bagi orang yang salat berjamaah, maka dia tidak boleh sujud sendirian kalau imamnya tidak sujud tilawah. Artinya, makmum boleh sujud kalau imam melakukan sujud tilawah.

Di antara keutamaan sujud tilawah dalam hadits riwayat Muslim adalah untuk mengusir setan dan menjauhkan manusia dari godaannya. Rasulullah berkata:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ, اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي , يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

Artinya, “Ketika anak Adam membaca ayat al-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, ‘Celaka, anak Adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”

Pada saat salat berjamaah, makmum diwajibkan untuk mengikuti gerakan imam, baik gerakan yang sifatnya wajib atau sunnah. Meskipun sujud tilawah sunnah, bukan bagian dari kewajiban atau rukun salat, maka ketika imam melakukannya, makmum harus mengikutinya. Kalau makmum tidak megikuti imam pada saat sujud tilawah, salat yang dilakukannya bisa batal, apalagi kalau dia mengetahuinya.

Baca Juga :  Tujuh Salat Sunah yang Dianjurkan Berjamaah

Syekh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan:

فإن سجد إمامه وتخلف هو عنه أو سجد هو دونه بطلت صلاته ولو لم يعلم المأموم سجوده  بعد رفع رأسه من السجود لم تبطل صلاته ولايسجد بل ينتظر قائما

Artinya, “Apabila imam sujud tilawah, sementara makmum tidak sujud, atau makmum sujud sendiri tanpa imam, salatnya batal. Kalau makmum tidak mengetahui sujud imam setelah imam mengangkat kepalanya, tidak batal salatnya dan makmum tidak perlu sujud, tapi tunggu saja dalam keadaan berdiri.”

Kalau makmum tidak ikut sujud bersama imam, padahal dia mengetahui imam sedang sujud tilawah, maka salatnya batal. Tapi kalau makmum tidak mengetahui dan menyadari, baru sadar setelah imam bangkit dari sujud, maka salatnya tidak batal dan makmum tidak perlu sujud tilawah, tapi tunggu saja imam dalam kondisi berdiri.

[Artikel ini pernah dimuat Islami.Co]

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here