Basmalah adalah Induk Seluruh Kitab Suci, Bagaimana Penjelasannya?

0
2593

BincangSyariah.Com – Mari kita awali semua langkah kaki, gerak hati, lirik mata, dan hal yang bersifat positif dengan ucapan,

“بسم الله الرحمن الرحيم”

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Banyak yang bertanya, mengapa harus dengan basmalah? Kenapa tidak dengan kalimat yang lain? Jawabannya sangat sederhana, yaitu karena setiap perkara yang bernilai positif jika tidak didahului dengan basmalah, maka itu akan mengurangi keberkahannya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw,

كل امر ذي بال لا يبدأ بسم الله الرحمن الرحيم فهو اقطع

Kullu amrin dzibalin laa yubda’u bi bismillahirrohmanirrohim fahuwa aqtho’.

Setiap perkara/urusan/aktivitas yang bermakna, tidak dimulai dengan Bismillahirrahmaanirrahim, maka aktivitas itu menjadi terputus keberkahannya. 

Ibarat hewan peliharaan yang gemuk-gagah tanpa ekor. Memang ekor tak pengaruhi kuantitas daging, akan tetapi kualitas hewan akan menurun. Begitu juga dengan ibadah atau pekerjaan yang tidak dibuka dengan basmalah.

Alasan lain selain yang tersebut adalah terletak pada kesempurnaan makna yang terkandung dalam basmalah.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa jumlah kitabullah yang diturunkan ke bumi berjumlah 104, dengan perincian: 60 suhuf untuk Nabi Syits (putra Nabi Adam), 30 suhuf untuk Nabi Ibrahim, 10 suhuf untuk Nabi Musa (sebelum Taurat), Taurat (Nabi Musa) , Zabur(Nabi Daud) , Injil (Nabi Isa) , dan Al-Furqon (Nabi Muhammad saw) .

Makna semua kitab yg tersebut terhimpun dalam Alquran. Adapun makna Alquran terkandung dalam Surat Al-Fatihah. Makna surat Fatihah sendiri tercakup dalam “basmalah”. Tidak cukup sampai di sini, makna basmalah terkumpul dalam huruf “ba'”nya yang memiliki arti “karena sebab diriku (Allah) adanya sesuatu yang telah ada dan sebab diriku (Allah) akan ada sesuatu yang bakal tercipta”. Bahkan sebagian ulama’ masih ada yang menyimpulkan bahwa makna ba’nya basmalah tergabung pada titik tunggalnya yang menandakan akan Ke-Esaan Allah Swt. Sungguh secara tidak langsung ketika kita membaca basmalah telah mengkhatamkan 104 kitab. Subhanallah.

Keterangan mengenai hal tersebut terdapat dalam kitab Majalis As-Saniyah, Kitab Syarah Hadits Arbain Linnawawi, hal. 3,

Baca Juga :  Lupa Tasyahud Awal Saat Salat, Apa yang Harus Dilakukan?

قيل ان الكتب المنزلة من السماء الى الارض مائة واربعة. صحف شيث ستون وصحف ابراهيم ثلاثون وصحف موسى قبل التوراة عشرة والتوراة والانجيل والزبور والفرقان. ومعاني كل الكتب مجموعة في القرآن ومعاني القرآن مجموعة في الفاتحة ومعاني الفاتحة مجموعة في البسملة ومعاني البسملة مجموعة في بائها ومعناها “بي كان ما كان بي يكون ما يكون” وزاد بعضهم ومعاني الباء في نقطتها اي في ذالك اشارة الى الوحدة. وهي عدم التعدد فهو الواحد الذي لا نظير له. (المجالس السنية: ص ٣

Mari kita biasakan lisan selalu basah dengan basmalah saat akan memulai sesuatu yang diridai-Nya. Allah ta’ala a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here