Banyak Tidur Saat Berpuasa, Apakah Puasanya Batal?

1
782

BincangSyariah.Com – Saat berpuasa tidak jarang badan akan menjadi lemas karena menahan lapar dan haus. Tidur pun menjadi pelarian banyak orang untuk menghilangkannya. Lalu, bagaimana hukumnya seseorang yang banyak tidur saat berpuasa? Apakah puasanya batal?

Banyak tidur saat berpuasa tidaklah membatalkan puasa. Bahkan jika seseorang yang berpuasa itu tidur sepanjang harinya pun puasanya tetap sah. Imam Nawawi di dalam kitab “Raudhatut Thalibin Wa ‘Umdatul Muftiin” menjelaskan

وَلَوْ نَامَ جَمِيعَ النَّهَارِ صَحَّ صَوْمُهُ عَلَى الصَّحِيحِ الْمَعْرُوفِ

Jika seseorang itu tidur sepanjang siang, maka puasanya sah menurut pendapat shahih yang diketahui.

Imam Ibnu Qudamah pun menjelaskan di dalam kitab “Al-Mughni”

النَّوْمُ لا يُؤَثِّرُ فِي الصَّوْمِ، سَوَاءٌ وُجِدَ فِي جَمِيعِ النَّهَارِ أَوْ بَعْضِهِ

Tidur itu tidak berpengaruh terhadap puasa, baik tidurnya di sepanjang siang atau sebagiannya. Namun, sejumlah ulama Malikiyyah mengategotikan banyak tidur di siangnya bulan Ramadhan termasuk hal-hal yang dimakruhkan. Di antaranya adalah imam Al-Hithab dalam kitabnya Mawahib Al-Jalil Fi Syarh Mukhtashar Khalil.

فَرْعٌ مِنَ الْمَكْرُوهِ.. الْإِكْثَارُ مِنَ النَّوْمِ بِالنَّهَارِ، نَقَلَهَا الْقَاضِي عِيَاضٌ وَابْنُ جُزَيٍّ

Far’: Di antara yang dimakruhkan (puasa) banyak tidur di siang hari. Sebagaimana dinuqil oleh Al-Qadhi Iyadh dan Ibnu Juzai.

Jadi, banyak tidur saat berpuasa itu tidak dapat membatalkan puasa. Hanya saja ia telah meninggalkan banyak keutamaan-keutamaan yang seharusnya dapat ia raih ketika berpuasa, seperti membaca ayat suci Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan amal-amal shalih lainnya. Karena pahala puasa seseorang itu juga tergantung dengan bagaimana jerih payahnya saat ia melaksanakan puasa. Sayyidah Aisyah r.a. pernah meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw., beliau bersabda,

إِنَّ لَكِ مِنَ الْأَجْرِ عَلَى قَدْرِ نَصَبِكِ وَنَفَقَتِكِ رواه الحاكم

Baca Juga :  Rukun Salat Jenazah

“Sungguh bagimu pahala yang sesuai dengan kadar kepayahanmu dan nafkahmu.” (H.R. Al-Hakim)

Dan hal yang perlu diperhatikan pula bagi seorang yang banyak tidur saat berpuasa hendaknya bangun untuk melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar, jangan sampai terlena dengan tidurnya hingga melalaikan kewajiban lainnya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Diolah dari lembaga fatwa Darul Ifta’ AL-Misriyyah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here