Bangun Kesiangan, Haruskah Qadha Shalat Subuh?

34
182651

BincangSyariah.Com – Shalat Subuh adalah satu dari sekian banyak shalat fardhu, yang waktu untuk mendirikannya adalah sebelum terbitnya matahari dari ufuk timur dan berakhir dengan ufuk timur sudah semakin terang. Begitulah aturannya, setiap shalat mempunyai waktunya sendiri-sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah QS an-Nisa ayat 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”

Kehidupan tak selamanya mulus sesuai rencana. Alarm sudah disiapkan sejak pukul 04.00, namun alangkah terkejutnya ketika mata terbuka sudah menunjukkan pukul 06.00. Lantas bagaimana kabar shalat subuhnya? Haruskah mendirikan shalat Subuh pada waktu itu juga? Sekalian digabungkan bersama shalat Dhuha? Ataukah besok aja pas pada waktunya?

Menurut jumhur ulama, ketika shalat wajib lalai dilakukan karena unsur ketidaksengajaan, seperti tertidur atau lupa, maka wajib qadha ketika seseorag tersebut sadar dan ingat akan kewajiban tersebut. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah:

أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا

“Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barang siapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika dia sadar”.  (HR. Muslim, 311/681)

Disebutkan juga oleh Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah dalam uraian kitab Fiqhus Sunnah bahwa mengqadha shalat adalah wajib menurut kesepakatan ulama bagi orang yang lupa dan tertidur.

Kejadian tersebut juga pernah dialami oleh Nabi dan para sahabat pada zamannya. Karena dari itu kita bisa mengambil pelajaran dan mengerti bagaimana solusi terbaiknya. Dan yang pasti, hal tersebut bukan untuk menjadi kebiasaaan, tetapi jikalau sesekali terjadi pada suatu waktu.

Baca Juga :  Ini Dua Jenis Salat Sunah yang Boleh Diqada

Kisah Nabi dan para sahabat tersebut diceritakan oleh Imran bin Husain Ra. sebagai berikut:

أَنَّهُمْ كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ، فَأَدْلَجُوا لَيْلَتَهُمْ، حَتَّى إِذَا كَانَ وَجْهُ الصُّبْحِ عَرَّسُوا، فَغَلَبَتْهُمْ أَعْيُنُهُمْ حَتَّى ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ، فَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ أَبُو بَكْرٍ، وَكَانَ لاَ يُوقَظُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَنَامِهِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، فَاسْتَيْقَظَ عُمَرُ، فَقَعَدَ أَبُو بَكْرٍ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَجَعَلَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَنَزَلَ وَصَلَّى بِنَا الغَدَاة

Mereka bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai meninggi matahari. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, Beliau tidak membangunkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terbangun. Lalu beliau keluar dan Shalat Subuh bersama kami.”  (HR. Bukhari (3571), Muslim (312/682).

Alhasil, pukul berapapun bangunnya bersegeralah melaksanakan shalat Subuh dengan niat mengqadha. Pada saat itu juga, tidak menunggu atau merangkap dalam shalat Dhuha. Begitu pula jika baru bangun di waktu Zuhur, maka shalat subuhlah ketika ingat dan sadar.

Adapun niatnya adalah sebagai berikut:

أصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاءً لِله تعالى

Ushalli fardhas Subhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qadhaan lillahi ta’ala

Saya niat sholat fardhu shubuh dua roka’at,menghadap qiblat, halnya qodho karena Allah.

34 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah. Ilmu yang bermanfaat awal nya tidak mengerti, setelah membaca artikel ini menjadi mengerti tata cara meng qada salat yang ketinggal waktunya. Terimakasih semoga yang membuat artikel ini selalu di beri kesehatan, kelancaran, sukses selalu dalam membuat artikel manfaat lainnya. Amin

  2. Alhamdulillah…
    Semoga ilmu yg diberikan ini mendapatkan balasan dari Allah S.W.T
    Aamiin…Yaa Robbal’alamiin

  3. Terimakasih semoga ilmu yg di berikan barokah bagi kita baik dari pemberi ilmu dan juga bagi pembaca sbg penerima dan semua doa doa yg di sebut dan ug terbaca di kabulkam Allah swt amiiin.
    Assalamualaikum waraatullahiwabarakatuh

  4. Bagaimana jika di dalam perjalanan menggunakan pesawat..berangkat blm waktu subuh dan tiba di tempat tujuan sudah lewat waktu subuh?

  5. […] BincangSyariah.Com – Seperti yang dimaklumi, salat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim yang sudah baligh dan berakal. Perintahnya bersifat mutlak, hingga orang yang sakit atau dalam perjalanan sekalipun tetap diwajibkan untuk mengerjakannya, meskipun dengan tatacara yang sedikit berbeda sebagai bentuk keringanan dan kasih sayang Allah Swt terhadap manusia. Tidak ada toleransi sedikitpun bagi seorang muslim untuk meninggalkannya dengan alasan apapun kecuali kematian dan haid/nifas bagi perempuan. Hal itu semua menunjukkan betapa besarnya perkara salat dalam bangunan hukum Islam. (Bangun Kesiangan, Haruskah Qadha Shalat Subuh?) […]

  6. Komentar:terima kasih atas ilmu yang diberikan mengenai sholat subuh bagi yang kesiangan bangun. ilmu ini akan sangat bermanfaat karena telah menambah wawasan kita dan semoga kita semua selamat dunia akhirat amin ya rabbal alamin..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here