Bahaya Riya dalam Beramal Ibadah

0
5962

BincangSyariah.Com – Saat kita melakukan kebaikan, maka biasanya ada dua hal yang melatarbelakanginya. Pertama, ikhlas karena Allah Swt. Kedua karena ingin dipuji oleh manusia. Ikhlas atau riya adalah dua sifat manusia yang berlawanan. Ikhlas adalah berbuat sesuatu semata-mata mengharap ridho-Nya, sedangkan riya’ melakukan sesuatu karena pujian atau celaan makhluk.

Dalam Hadis yang kedua puluh empat dalam Kitab Al-Mawaidh Al-‘Ushfuriyah, Imam Muhammad Bin Abu Bakar mencantumkan 5 hadits. Hadis-hadis ini berkaitan dengan keberuntungan bagi mereka yang ikhlas beramal dan kerugian bagi mereka yang riya beribadah.

Hadits Pertama

Hadits yang pertama ini merupakan hadits qudsy. Rasulullah Saw. bersabda bahwa Allah Swt. telah berfirman:

اذا كان يوم القيامة نادى مناد اين المراؤون واين المخلصون قوموا وهاتوا اعمالكم وخذوا اجوركم من سيدكم

Ketika hari kiamat telah tiba, maka akan ada suara memnaggil : di manakah orang yang suka pamer? Di manakah orang yang ikhlas? Berdirilah kalian semua! Tunjukkan amal perbuatan kalian, dan ambilah pahala-pahala kalian dari Tuhan kalian semua.

Dalam artian, orang yang tulus beramal dan orang yang culas beribadah akan dimintai pertanggungjawaban. Mereka diminta untuk menunjukkan catatan amal masing-masing, lalu akan diberi balasan yang setimpal. Semua amal kita, baik amal kebaikan atau keburukan, pasti ada balasannya. Allah Swt. berfirman dalam Qs. Az-Zalzalah (99) :7-8,

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Hadits Kedua

Rasulullah Saw. bersabda:

 لا نصيب للمرائين من اعمالهم شيأ الا حسرة وندامة وشقاوة

Tidak ada bagian sedikit pun bagi mereka yang suka pamer (riya’) kecuali kerugian, penyesalan, dan siksaan.

Percuma saja sholat malam, sedekah tiap hari, puasa sunah, jika semua itu dikarenakan ingin dipuji orang lain. Ibadah karena manusia tidak bernilai apa-apa di sisi Allah Swt. Kelak ia akan dirugikan sebab tidak tulus beribadah. Ia akan menyesali semua perbuatannya. Tapi percuma saja, karena siksaan tetap akan berlaku padanya walau sudah menyesal.

Dalam Qs. Al-Ma’un (107) : 6, Allah Swt. berfirman:

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

yang berbuat ria,

Dalam Tafsir Jalalain Juz 2/hal. 510 dijelaskan bahwa neraka wail (kecelakan) diperuntukkan bagi orang yang riya’ (suka pamer) dalam sholatnya dan dalam kebaikan yang lain.

Hadits Ketiga

Rasulullah Saw. bersabda:

 يابن ادم الاخلاص الاخلاص

Wahai anak adam, ikhlaskanlah! Ikhlaskanlah!

Dari saking pentingnya ikhlas dalam beramal, beliau mengulangnya sampai dua kali. Karena Allah Swt. tidak akan melihat pada banyak-sedikitnya amal kita, tapi Allah Swt. akan menerima amal yang berangkat dari hati (ikhlas).

Allah Swt. berfirman dalam Qs. An-Nisa’ (5) : 38,

وَالَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ وَمَنْ يَّكُنِ الشَّيْطٰنُ لَهٗ قَرِيْنًا فَسَاۤءَ قَرِيْنًا

Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria dan kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.

Hadits Keempat

Rasulullah Saw. bersabda:

ان اخواف ما اخاف على امتي الشرك الاصغر قالوا يا رسول الله وما الشرك الاصغر قال النبي صلى الله عليه وسلم الرياء

Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah berbuat syirik kecil. Sahabat bertanya: wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan syirik kecil? Rasulullah Saw. bersabda: berbuat sesuatu bukan karena Allah (riya’).

Artinya, syirik terbagi dua, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Syirik akbar, kita menyekutukan Allah Swt. dengan makhluk. Misal menyembah berhala sebagaimana zaman jahiliyah dulu, meminta pada kuburan atau dukun, dan lain sebagainya. Syrik ini bukan berarti tidak membuat Rasulullah Saw. khawatir, namun kebanyakan umatnya tidak terjebak dalam syirik model ini. Nau’dzubillah.

Adapun syirik kecil, inilah yang sering menyelinap dalam hati manusia. Beribadah pada Allah Swt. namun untuk meraih pujian manusia. Misal naik haji karena ingin dipanggil Pak. Haji, puasa karena ingin terlihat sholeh di hari raya, bangun malam karena ingin disebut ahli tahajjud oleh tetangganya, dan lain sebagainya. Hal inilah yang paling dikawatirkan oleh Rasulullah Saw. dari kita semua.

Hadits Kelima

Rasulullah Saw. bersabda bahwa Allah Swt. telah berfirman:

يقول الله تعالى لهم يوم يجازي العباد باعمالهم اذهبوا الى الذين كنتم ترؤون لهم هل تجيدون فيهم خيرا

Allah Swt. akan berfirman pada mereka diwaktu hari pembalasan atas amal masing-masing, “Pergilah kalian pada orang yang kalian pamerkan waktu di dunia. Lihatlah, apkah kalian menemukan balasan kebaikan dari mereka?

Dalam artian, jika kita beribadah karena manusia, kelak di akahirat kita akan diminta untu meminta balasan pada mereka. Jika Allah Swt. sudah mengabaikan kita nanti, maka kemana kaki akan melangkah?

Semoga Allah Swt. memudahkan jalan menuju keihklasan, dan menjauhkan dari perasaan ingin dipuji makhluk. Amin. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here