Bagaimana Hukum Mencukur Rambut Kemaluan?

1
2246

BincangSyariah.Com – Manusia memiliki fase kehidupan dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.  Pada masa anak-anak menuju remaja, mereka akan mengalami perubahan signifikan di dalam fisik biologisnya mengiringi masa balignya. Di antaranya adalah tumbuh rambut di daerah kemaluan. Lalu, bagaimana hukum mencukur rambut kemaluan itu?

Ulama fiqih sepakat bahwa mencukur rambut kemaluan itu sunnah. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الفِطْرَةُ خَمْسٌ: الخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الآبَاطِ» أخرجه البخاري في “صحيحه”.

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Aku mendengar Nabi saw. bersabda, “Fitrah itu ada lima, khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku-kuku, dan mencabut rambut ketiak.” (H.R. Al-Bukhari)

Demikianlah hukum tersebut beserta dalilnya. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Baca Juga :  Bentuk Rambut Nabi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here