Kondisi-kondisi Disunahkan Azan di Luar Waktu Salat

0
1036

BincangSyariah.Com – Meski ada beberapa kondisi dianjurkan azan di luar waktu salat, pada dasarnya azan disyariatkan untuk memberitahu masuknya waktu salat wajib. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Sulaiman Malik bin Alhuwairis, Nabi saw. bersabda;

وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ

“Jika waktu salat telah tiba, maka hendaklah salah satu dari kalian azan untuk yang lain.”

Hanya saja, para ulama menganjurkan mengumandangkan azan dalam kondisi-kondisi tertentu di luar waktu salat.

Kondisi-kondisi yang dianjurkan

Para ulama Syafiiyah mengidentifikasi 10 kondisi yang disunahkan mengumandangkan azan selain waktu masuknya salat, sebagaimana disebutkan dalam kitab Almausu’ah Alfiqhiyah berikut.

يسن الأذان في أذن المولود حين يولد ، وفي أذن المهموم فإنه يزيل الهم ، وخلف المسافر ، ووقت الحريق ، وعند مزدحم الجيش ، وعند تغول الغيلان وعند الضلال في السفر ، وللمصروع ، والغضبان ، ومن ساء خلقه من إنسان أو بهيمة ، وعند إنزال الميت القبر قياسا على أول خروجه إلى الدنيا .

“Disunahkan azan di telinga bayi saat dilahirkan, di telinga orang yang kesusahan sebab azan tersebut dapat menghilangkan kesusahannya. Juga saat melepas orang yang hendak bepergian, saat kebakaran, atau saat perang berkecamuk. Selain itu dianjurkan juga saat terdapat gangguan jin, saat tersesat dalam perjalanan. Juga untuk orang yang ketakutan, bagi orang yang marah, orang atau hewan yang jelek perangainya. Kondisi lain yang dianjurkan, saat mayat diturunkan ke dalam kuburan sebagaimana diazankan saat dilahirkan.”

Adapun faedahnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Ruhul Bayan berikut;

ومن فضائل الأذان أنه لو أذن خلف المسافر فإنه يكون في أمان إلى أن يرجع. وإن أذن في أذن الصبي وأقيم في أذنه الأخرى إذا ولد فإنه أمان من أم الصبيان وإذا وقع هذا المرض أيضاً وكذا إذا وقع حريق أو هجم سيل أو برد أو خاف من شيء

Baca Juga :  Hukum Membaca Surah Alquran dalam Salat Jenazah

“Di antara keutamaan azan yaitu jika dikumandangkan di belakang orang yang hendak bepergian, maka dia akan selamat hingga kembali pulang. Jika dikumandangkan azan dan iqamah di telinga bayi saat dilahirkan, maka dia akan aman dari gangguan setan pengganggu bayi. Begitu juga saat terdapat orang sakit, kebakaran, bercucuran keringat dingin, atau takut akan sesuatu.”

Dengan demikian, azan tidak hanya berfungsi untuk memberitahu masuk salat. Ia juga bisa digunakan untuk fungsi lain di luar waktu salat, sebagaimana telah disebutkan di atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.