Apakah Tersenyum Membatalkan Salat?

0
408

BincangSyariah.Com – Ketika kita sedang melaksanakan salat, terkadang terlintas sesuatu di benak hingga membuat kita tersenyum. Bisa juga kita tersenyum pada saat melaksanakan salat karena melihat atau mendengar sesuatu yang lucu hingga kita tidak bisa menghindar untuk tidak tersenyum.

Apakah hal tersebut bisa membatalkan salat?

Disebutkan dalam kitab Almughni, kebanyakan ulama berpendapat bahwa tersenyum tidak merusak dan membatalkan salat. Artinya ketika seseorang tersenyum atau terpaksa tersenyum saat melaksanakan salat, dia boleh melanjutkan salatnya hingga akhir salat. Karena tersenyum bukan termasuk bagian dari perkara yang membatalkan salat.

Pendapat ini dipilih oleh sahabat Jabir bin Abdillah, ‘Atha, Mujahid, Ibrahim Annakha’i, Alhasan Abashri,  Qatadah, Alauza’i, Imam Syafi’i dan lainnya. Ibnu Qudamah mengatakan;

وأكثر أهل العلم على التبسم لا يفسدها

“Kebanyakan ulama mengatakan bahwa tersenyum tidak merusak salat.”

Salah satu dalil yang dijadikan dasar oleh para ulama adalah hadis riwayat Imam Albaihaqi dalam kitabnya Sunan Alkubra, dari Jabir bin Abdillah, dia berkata;

كُنَّا نُصَلِّيْ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – فِيْ غَزْوَةٍ ، إِذْ تَبَسَّمَ فِيْ صَلاَتِهِ ، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ قُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، رَأَيْنَاكَ تَبَسَّمْتَ . قَالَ : مَرَّ بِيْ مِيْكاَئِيْلُ وَعَلىَ جَنَاحِهِ أَثَرُ غُبَارٍ وَهُوَ رَاجِعً مِنْ طَلَبِ اْلقَوْمِ ، فَضَحِكَ إلي ، فَتَبَسَّمْتُ إِلَيْهِ

“Kami melaksanakan salat bersama Rasulullah Saw. dalam sebuah perang, tiba-tiba beliau terlihat tersenyum dalam salatnya. Ketika telah selesai salat dilaksanakan, maka kami bertanya; ‘Ya Rasulallah, kami melihat engkau tersenyum.’ Beliau menjawab; ‘Malaikat Mikail melewatiku, dan aku melihat di sayapnya ada banyak debu, dia baru saja kembali dari pencarian sebuah kaum, dia tertawa padaku, maka aku tersenyum padanya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here