Apakah Tayamum Harus menggunakan Debu?

0
430

BincangSyariah.Com – Semua ulama sepakat bahwa hukum asal tanah dan debu adalah suci dan bisa digunakan untuk bersuci. Dalam najis anjing dan babi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan najis mughalladzah, harus disucikan dengan tujuh kali basuhan dan basuhan pertama atau salah satunya dicampur dengan debu. Syarat sah tayamum, salah satunya harus menggunakan tanah suci yang berdebu. Yang terakhir ini juga disepakati para ulama sebagaimana dinukil oleh Imam al-Qurthubi, al-Qarafi dan lain sebagainya.

Namun, haruskah tayamum dengan tanah berdebu? Apakah selain tanah berdebu tidak sah untuk digunakan?

Dalam masalah ini terjadi perbedaan ulama. Secara umum ada dua pendapat ulama tentang boleh tidaknya tayamum dengan selain tanah berdebu. Ulama Syafiiyah, Hanabilah, Ibnu Hajar, Daud al-Dzahiri, Ibnu al-Munzir dan sebagian besar ulama fiqih mengatakan tidak sah tayamum dengan selain tanah berdebu.

Sedangkan ulama Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa tidak harus menggunakan tanah berdebu, melainkan semua benda di permukaan bumi boleh juga digunakan untuk tayamum, baik berupa tanah, batu, kerikil, pasir dan lain sebagainya.

Menurut pendapat pertama, kriteria tanah yang bisa digunakah ber-tayamum harus suci dan mensucikan, berdebu, tidak basah. Dengan begitu, tanah yang najis dan musta’mal tidak sah digunakan tayamum. Begitu pula tanah yang tidak berdebu karena basah, lumpur, atau benda padat seperti batu dan pecahan marmer, maka tidak sah digunakan ber-tayamum.

Dalam kitab Al-umm, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa arti lafadz صعيد dalam surat Annisa’ ayat 4 adalah tanah yang berdebu. Sehingga benda padat selain tanah berdebu tidak boleh digunakan ber-tayamum karena tidak dinamakan صعيد.

Sedangkan menurut pendapat kedua, seluruh permukaan bumi yang bersih, baik berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering, semuanya sah digunakan tayamum. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam al-Bukhari dari Huzaifah Ibn Yaman;

Baca Juga :  Kapan Tayamum Disyariatkan?

جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً

Dijadikan permukaan bumi  seluruhnya bagiku dan umatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci.”

Dengan demikian, apabila mengikuti pendapat pertama, maka hanya debu yang bisa digunakan tayamum. Sedangkan menurut pendapat kedua semua benda yang berada di permukaan bumi boleh digunakan ber-tayamum. Pendapat kedua ini yang banyak dipraktikkan di tengah masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here