Apakah Shalat Ghaib Bisa Menggugurkan Kewajiban Melaksanakan Shalat Jenazah?

1
832

BincangSyariah.Com – Jika ada jenazah tidak dishalati di tempat meninggalnya, lalu ada orang lain yang melakukan shalat ghaib untuk jenazah tersebut di tempat lain, apakah shalat ghaib tersebut bisa menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat jenazah bagi penduduk di tempat jenazah tersebut?

Menurut kebanyakan ulama, shalat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah atau kewajiban yang bersifat kolektif. Jika ada satu orang saja yang melakukan, maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lain. Sebaliknya, jika tidak ada satu pun orang yang melakukannya, maka semuanya mendapat dosa.

Dalam kitab Shalatul Ghaib; Dirasah Fiqhiyah Muqaranah, Hasamuddin menyebutkan bahwa menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, shalat ghaib dapat menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat jenazah. Artinya, jika ada jenazah di suatu tempat dan jenazah tersebut tidak dishalati oleh penduduk setempat tersebut, namun di tempat lain ada yang melakukan shalat ghaib untuknya, maka shalat ghaib tersebut sudah dinilai cukup dan sudah menggugurkan kewajiban shalat jenazah bagi penduduk setempat tersebut.

Pendapat ini diikuti oleh kebanyakan ulam Syafiiyah kecuali Imam Ibnu Al-Qaththan. Beliau mengatakan bahwa shalat ghaib hukumnya boleh namun tidak dapat menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat jenazah bagi penduduk setempat.

Hal ini juga sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari berikut;

اجمع ان كل من اجاز الصلاة على الغائب ان ذلك يسقط فرض الكفاية الا ما حكي عن ابن القطان احد اصحاب الوجوه من الشافعية انه قال يجوز ذلك ولا يسقط الفرض

Ulama yang membolehkan shalat ghaib telah sepakat bahwa shalat ghaib dapat menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat jenazah, kecuali satu pendapat dari Ibnu Qaththan, salah satu ulama Syafiiyah. Dia mengatakan bahwa shalat ghaib hukumnya boleh namun tidak dapat menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat jenazah.

Baca Juga :  Lima Hal yang Sunah Dilakukan sebelum Salat Idul Fitri

Dengan demikian, jika kita mendengar di sebuah tempat ada jenazah yang belum dishalati, agar semuanya terbebas dari dosa, maka kita harus melakukan shalat ghaib untuknya. Menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, hal itu dapat kewajiban melaksanakan shalat jenazah bagi penduduk setempat.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here