Apakah Sah Salat dengan Menggunakan Tongkat Bagi Disabilitas?

0
254

Di antara rukun salat fardu yang harus kita lakukan adalah berdiri. Namun kemampuan berdiri ini bagi sebagian penyandang disabilitas harus ditopang dengan tongkat. Misalnya, orang yang kakinya buntung. Apakah sah bagi penyandang disabilitas?

Jika seseorang tidak bisa berdiri dengan tegak dan baik kecuali dengan menggunakan tongkat karena kakinya buntung atau lainnya, maka dia boleh berdiri ketika salat fardu dengan menggunakan tongkat. Hal itu termasuk bagian dari uzur yang dibenarkan dalam syariat.

Hal ini sejalan dengan pendapat ulama Hanafiyah. Menurut mereka, jika seseorang berdiri dalam salat fardu dengan menggunakan tongkat karena uzur, maka salatnya dihukumi sah. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

قال الحنفية: يشترط للقادر الاستقلال في الفرض، فمن اتكأ على عصاه، أو على حائط ونحوه، بحيث يسقط لو زال، لم تصح صلاته، فإن كان لعذر صحت

“Ulama Hanafiyah berkata, ‘Disyaratkan bagi orang yang mampu untuk berdiri secara mandiri dalam salat fardu. Karena itu, jika seseorang bersandar pada tongkatnya, atau dinding atau lainnya, sekiranya dia akan jatuh jika hal tersebut tidak ada, maka salatnya tidak sah. Namun jika dilakukan karena uzur, maka salatnya dinilai sah.”

Bahkan menurut ulama Syafiiyah, jika seseorang berdiri ketika salat fardu dengan bersandar pada tongkat, maka salatnya tetap dihukumi sah meskipun tanpa uzur. Hanya saja, jika bersandar pada tongkat dilakukan tanpa uzur, maka hukumnya makruh. Namun jika karena uzur, maka tidak makruh.

Dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu Syaikh Wahbah al-Zuhaili berkata sebagai berikut;

وقال الشافعية: لا يشترط الاستقلال في القيام، فلو استند إلى شيء، أجزأه مع الكراهة، لوجود اسم القيام

Baca Juga :  Hewan Kurban Mati Sebelum Disembelih, Apakah Harus Diganti?

“Ulama Syafiiyah berkata, ‘Tidak disyaratkan mandiri dalam berdiri. Karena itu, jika seseorang bersandar pada sesuatu, maka hal itu sudah cukup meskipun makruh karena hal itu sudah disebut berdiri.”

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa bagi penyandang disabilitas yang kakinya buntung diperbolehkan untuk berdiri dalam salat fardu dengan ditopang oleh tongkat atau alat lainnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here