Apakah Onani Dapat Membatalkan Puasa?

16
19618

BincangSyariah.Com – Puasa merupakan alat untuk mengontrol diri kita agar dapat mengendalikan hawa nafsu, sehingga hubungan suami istri termasuk hal yang membatalkan puasa, dan bahkan wajib membayar denda (Baca: Bayar Qadha Puasa dan Denda Hubungan Intim pada Siang Ramadhan) Nah, apakah onani juga termasuk hal yang membatalkan puasa dan wajib bayar denda ketika melakukannya di siang hari Ramadan?

Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa melakukan onani saat puasa itu termasuk hal yang membatalkan puasa sebagaimana keterengan berikut.

ويفطر باستمناء، وهو استخراج المني بغير جماع – حراما كان كإخراجه بيده، أو مباحا كإخراجه بيد حليلته أو بلمس لما ينقض لمسه بلا حائل

Puasa itu batal sebab melakukan onani, yaitu upaya mengeluarkan mani tanpa melalui jimak atau hubungan intim, baik onani yang haram, seperti mengeluarkan mani dengan cara menggerakkan kemaluan dengan tangannya sendiri, atau onani yang mubah, seperti meminta tolong istri melakukan onani dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang yang membatalkan wudu bila persentuhannya tanpa penghalang.

Dari penjelasan ini diketahui bahwa onani itu ada yang diperbolehkan, seperti meminta tolong istri melakukan onani terhadap alat kelamin suami, atau yang diharamkan, seperti melakukan onani dengan tangannya sendiri. Dua tipe onani ini dapat membatalkan puasa bila sampai mengeluarkan mani. Sementara itu, keluar mani karena menyentuh kulit seseorang yang menimbulkan birahi itu terdapat rincian dari Syekh Al-Bujairimi sebagaimana berikut.

وأما إذا كان الإنزال باللمس من غير طلب الاستمناء – أي خروج المني – فتارة يكون مما تشتهيه الطباع السليمة، أو لا، فإن كان لا تشتهيه الطباع السليمة – كالإمرد الجميل، والعضو المبان – فلا يفطر بالإنزال مطلقا، سواء كان بشهوة أو لا، بحائل أو لا.

Baca Juga :  Kondisi-Kondisi Suami Dilarang Bercumbu dengan Istri

Ketika keluar mani sebab menyentuh kulit seseorang itu tanpa ada upaya sengaja mengeluarkan mani itu ada dua perincian. Pertama, bila yang disentuh itu tidak mungkin membangkitkan birahi menurut kebanyakan psikologis orang normal, seperti menyentuh anak lelaki yang kemayu (kecewek-cewekan) atau organ kemaluan yang terpisah dari badan, maka keluar mani karena hal itu tidak membatalkan puasa, baik terdapat syahwat atau tidak, baik terdapat penghalang saat menyentuh atau tidak.

 وأما إذا كان الإنزال بلمس ما يشتهى طبعا: فتارة يكون محرما، وتارة يكون غير محرم، فإن كان محرما، وكان بشهوة وبدون حائل، أفطر، وإلا فلا. وأما إذا كان غير محرم – كزوجته – فيفطر الإنزال بلمسه مطلقا، بشهوة أو لا، بشرط عدم الحائل. وأما إذا كان بحائل، فلا فطر به مطلقا، بشهوة أو لا.

Kedua, apabila keluar mani itu karena menyentuh sesuatu yang membangkitkan birahi secara psikologis orang normal itu terdapat dua rincian. Pertama, menyentuh yang diharamkan, dan kedua menyentuh yang tidak diharamkan. Bila termasuk menyentuh yang diharamkan, dan terdapat syahwat serta tanpa kain penghalang, maka hal ini dapat membatalkan puasa, dan bila tanpa syawat dan menggunakan kain penghalang, maka keluar mani itu tidak membatalkan. Namun, bila menyentuh hal yang tidak diharamkan, seperti menyentuh istri, maka itu keluar mani sebab hal itu dapat membatalkan puasa apabila terdapat syahwat maupun tidak saat dilakukan tanpa kain penghalang. Adapun bersentuhan dengan istri menggunakan kain penghalang itu tidak membatalkan puasa, baik terdapat syahwat maupun tidak.

Selain itu, orang yang batal puasa karena melakukan onani hingga keluar mani itu hanya wajib menyesali perbuatannya dan diwajibkan mengqadha puasanya di selain bulan Ramadhan, tanpa harus membayar denda sebagaimana denda hubungan suami istri di siang Ramdahan.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

16 KOMENTAR

  1. Maaf kalau onani yg sendirian di malam hari bagaimana ya di bulan puasa,misal di jam setelah berbuka sampai jam sahur,dan itu jg sebelum tidur ?

  2. Maaf ingin tanya dg lengkap : apabila onani sendirian di malam sebelum tidur di lakukan setelah berbuka sampai jam sebelum sahur bagaimana hukumnya ?

  3. Mas mau nanya kalo anoni sendiri d malam hari setelah berbuka terus mandi wajib apakah puasa nya besok masih sah ato tidak

  4. Mas mau tanya kalau istri yang orgasme krn rangsangan suami apa hukumnya, sedangkan suami batal krn mengeluarkn mani walaupun tidak sampai tahap berhub intim

  5. Jika seseorg itu tidak puasa di siang hari kerna makan atau minum kemudian dia beronani disiang hari…apakah hukumnya pula??

  6. Kalo Onani malam hari (setelah berbuka) dan tidak sempat mandi wajib waktu itu apakah besok harinya puasa kita batal???

  7. Assalamualaikum wr. Wb
    1) Apa hukum melakukan masturbasi dipagi hari dibulan puasa?
    2) Dan hari apa yg baik untuk mengqadha puasa yg batal tersebut?
    3) Jika puasanya batal karena masturbasi, Haruskah meneruskan puasanya hingga sore hari?
    4) Dan wajibkah harus membayar denda puasa yg batal tersebut?

    Terimakasih admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here