Apakah Niat Shalat Witir Harus Menggunakan Kata “Min”?

0
463

BincangSyariah.Com – Di tengah masyarakat sering ditemui sebuah pertanyaan mengenai niat shalat witir. Yaitu bahwa dalam niat shalat witir harus menggunakan min tab’idh dengan lafadz sunnatan minal witri rok’ataini lillahi ta’ala. Benarkah niat shalat witir harus menggunakan ‘min tab’idh’?

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut Imam Ibnu Hajar, Imam Ali Syibramulisi, niat shalat witir, tarawih dan lainnya tidak wajib menyebutkan min tab’idh. Sementara Imam Ramli dan Imam Nawawi dalam kitab Nihayatul Muhtaj dan kitab Minhajut Thalibin mengunggulkan keharusan menyebutkan min tab’idh dalam niat shalat witir dan lainnya.

Berikut niat shalat witir tanpa min tab’idh dan dihukumi sah oleh Imam Ibnu Hajar dan Imam Ali Syibramulisi;

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala.

Aku shalat witir satu rakaat karena Allah.

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’ataini  lillahi ta’ala.

Aku shalat witir dua rakaat karena Allah.

Berikut niat shalat witir yang menyebutkan min tab’idh;

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rok’atan lillahi ta’ala.

Aku shalat witir satu rakaat karena Allah.

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri rok’ataini lillahi ta’ala.

Aku shalat witir dua rakaat karena Allah.

Baca Juga :  Berapa Pahala Mendengarkan Bacaan Al-Quran?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here