Apakah Niat Harus Diucapkan Bersamaan saat Menyembelih Hewan Kurban?

0
631

BincangSyariah.Com – Udhiyah atau kurban termasuk ibadah yang membutuhkan niat. Ibadah kurban sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, harus dilakukan dengan niat. Bahkan Dr. Hisamuddin menyebutkan dalam kitabnya Almufashshal fi Ahkamil Uhiyah, para ulama fiqih telah menegaskan bahwa niat merupakan syarat sah dalam ibadah kurban.

وقد نص الفقهاء على اشتراط النية في الاضحية

“Para ulama fiqih telah mengatakan bahwa disyaratkan adanya niat dalam ibadah kurban.”

Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu juga mengatakan bahwa salah satu syarat sah ibadah kurban adalah niat. Jika tidak ada niat, maka hukumnya sama seperti sembelihan biasa dan tidak bernilai ibadah kurban.

والنية شرط لصحة الاضحية

“Niat merupakan syarat sah dari ibadah kurban.”

Namun apakah niat kurban harus bersamaan dengan menyembelih hewan kurban? Atau boleh berniat di awal sebelum hewan kurban disembelih?
Disebutkan dalam kitab Almajmu, bahwa ada dua pendapat dalam masalah ini.

Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa niat boleh dilakukan sebelum hewan kurban disembelih. Niat dilakukan sebelum ibadah kurban dilaksanakan, sebagaiman niat puasa dan zakat dilakukan sebelum ibadah puasa dan zakat tersebut dilakukan.

Dengan demikian, niat kurban tidak harus bersamaan dengan sembelihan hewan kurban. Namun boleh berniat sebelum hewan kurban disembelih. Imam Nawawi mengatakan;

وهل يجوز تقديمها على حالة الذبح ام يشترط قرنها به فيه وجهان اصحها جواز التقديم كما في الصوم والزكاة على الصح

“Bolehkah mendahulukan niat sebelum menyembelih hewan kurban ataukah disyaratkan harus bersamaan dengan penyembelihan hewan kurban?. Dalam hal ini ada dua pendapat; pendapat yang paling sahih, boleh mendahulukan niat sebelum menyembelih sebagaimana untuk puasa dan zakat, menurut pendapat yang paling sahih.”

Baca Juga :  Bolehkah Wudu dengan Bantuan Orang Lain?

Bahkan disebutkan dalam kitab Almufashshal fi Ahkamil Udhiyah, bahwa ketika seseorang membeli hewan untuk dijadikan kurban, maka hal tersebut sudah dinilai cukup sebagai niat dan tidak harus berniat kembali saat menyembelih hewan kurban.

ان ينوي عند شراء البهيمة انها اضحية وهذه النية تكفي ان شاء الله

“Berniat ketika membeli hewan bahwa hewan tersebut adalah kurban, maka niat tersebut sudah cukup insya Allah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here