Apakah Muntah Membatalkan Puasa?

0
3923

BincangSyariah.Com – Saat berpuasa Ramadan, boleh jadi tidak semuanya sedang dalam kondisi kesehatan yang baik. Boleh jadi ada satu dua penyebab yang menyebabkan seseorang yang menjalani puasa kesehatannya sedang drop. Diantara tanda kesehatan yang sedang menurun adalah gejala memuntahkan sesuatu dari dalam lambung. Beberapa gejala muntah bisa terjadi karena seseorang mengalami penyakit maag, gejala awal kehamilan, atau sakit kepala. Demikian seperti dikutip dari situs alodokter. Lalu, pertanyaannya adalah apakah muntah membatalkan puasa yang sedang kita jalankan?

Muntah sebenarnya tidak membatalkan puasa. Karena salah satu hal yang membatalkan puasa adalah muntah dengan sengaja (al-qay’ ‘amdan). Tentang tidak batalnya puasa akibat muntah, ini berdasarkan hadis yang diantaranya diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya,

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ، وَمَنِ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ

siapa yang terdorong untuk muntah (bukan sengaja), maka puasanya tidak perlu di-qadha’ (diganti pada waktu yang lain). Namun siapa yang sengaja mencoba agar muntah, maka itu membatalkan (puasanya).

Dari sini para ulama sepakat bahwa muntah tidak membatalkan puasa, kecuali ia melakukan kesengajaan sehingga muntah semisal memasukkan jari jemarinya ke dalam mulut agar terasa eneg (ingin muntah). Namun, ulama kemudian berbeda pendapat bagaimana jika seseorang sudah hendak mengeluarkan isi perutnya, dan sudah di ujung mulut, lalu ia menahannya untuk menelannya kembali, apakah itu membatalkan puasa?

Menurut mazhab Syafi’i, jika muntah yang tidak disengaja tersebut sudah sampai di area huruf kho’ dan ha’  (ujung tenggorokan), jika ditelan dengan sengaja maka batal. Jika tidak sengaja menelannya karena lupa atau tidak tahu, maka tidak batal. Ini disamakan dengan orang yang lupa makan atau minum saat sedang berpuasa.

Baca Juga :  Puasa sebagai Pelatihan Ruhaniah

Namun, menurut ulama yang lain, jika belum sampai kepada ruang yang dipastikan bisa untuk dikeluarkan, seperti rongga mulut, maka tidak batal jika ditelan. Namun jika sudah sampai di area rongga mulut, maka jika ditelan batal puasanya.

Hemat penulis, jika terjadi seperti ini, jika muntah yang tidak karena disengaja tersebut sudah mau keluar, tidak perlu ditelan kembali. Karena dengan memuntahkannya, semua ulama sepakat membolehkan selama tidak muntah karena sengaja. Ini sejalan dengan kaidah dalam fikih, keluar dari perbedaan pendapat itu disunahkan (al-khuruj min al-khilaf mustahabbun). Wallahu A’lam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here