Apakah Menyentuh Kemaluan Hewan Membatalkan Wudhu?

3
2803

BincangSyariah.Com – Di antara perkara yang membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan, baik kemaluan diri sendiri atau orang lain, kemaluan anak kecil maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan, hidup maupun sudah mati. Karena itu, ketika seseorang menyentuh kemaluan diri sendiri atau orang lain, kecil maupun dewasa, maka wudhunya batal. Namun bagaimana jika menyentuh kemaluan hewan, apakah membatalkan wudhu?

Menyentuh kemaluan hewan, baik hewan yang halal dimakan maupun yang haram, tidak membatalkan wudhu. Karenanya, jika seseorang menyentuh kemaluan kucing, misalnya, maka wudhu tidak batal. Wudhu bisa jadi batal jika menyentuh kemaluan manusia dan jin, baik laki-laki maupun perempuan, dubur maupun kubul.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وثالثها أى و ثالث نواقض الوضوء مس فرج آدمي أو محل قطعه ولو لميت أو صغير وخرج بآدمي فرج البهيمة إذ لا يشتهى ومن ثم جاز النظر إليه أى إلى فرج البهيمة ومحله إن لم ينظر إليه بشهوة وإلا حرم كما هو ظاهر.

Perkara yang membatlkan wudhu yang ketiga adalah menyentuh kemaluan anak adam (manusia) atau tempat terpotongnya, meskipun milik mayit atau anak kecil. Dikecualikan dari kemaluan anak adam adalah kemaluan hewan karena kemaluan hewan tidak dihasrati. Karenanya, boleh melihat kemaluan hewan asalkan tidak dilihat sambil bersyahwat. Jika dilihat sambil bersyahwat, maka hukumnya haram. Ini sudah jelas. (Lima Hal yang Membatalkan Wudhu)

Dengan demikian, menyentuh kemaluan hewan dengan telapak tangan tidak membatalkan wudhu. Tidak ada perbedaan ulama Syafiiyah dalam masalah ini.

100%

3 KOMENTAR

  1. Atuh jin mah jgn di bawa bawa mas bro. Jin itu ga bisa di lihat apa lagi sampe ke pegang kemaluanya. Yg di mengerti aja yah. Kayanya hampir 95% umat muslim tau tentang batal

  2. […] Dalam Islam, secara umum kita diperbolehkan menamai benda-benda milik kita, atau hewan piaraan kita, atau pakaian-pakaian kita dengan nama-nama tertentu. Kebolehan menamai benda-benda pribadi, hewan piaraan, dan pakaian ini bersifat umum, artinya boleh dinamai apa saja, termasuk dengan nama manusia, selama nama-nama tersebut tidak dilarang dalam Islam. (Baca: Apakah Menyentuh Kemaluan Hewan Membatalkan Wudhu?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here