Apakah Menyambut Bulan Rajab Disunahkan Menyembelih Hewan?

0
948

BincangSyariah.Com – Sebelum Islam datang, masyarakat Arab sudah memuliakan bulan Rajab dengan tidak melakukan peperangan di antara mereka. Oleh karena itu, bulan Rajab ini dikenal dengan sebutan al-Asham atau tuli karena mereka tidak mendengar bunyi peperangan selama bulan Rajab.

Selain itu, masyarakat Arab juga menyembelih hewan, biasanya kambing, pada bulan Rajab sebagai bentuk perayaan. Mereka menyebutnya dengan ‘Atirah, dan juga dikenal dengan Rajabiyah. Ini seperti menyembelih hewan pada bulan Zulhijjah bagi orang-orang Muslim dan disebut dengan Udhiyah. Namun, apakah di bulan Rajab saat ini tetap disunahkan untuk menyembelih hewan, sebagaimana pada masyarakat Arab sebelum Islam datang?

Para ulama berbeda pendapat tekait hukum menyembelih hewan di bulan Rajab dalam Islam. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, menurut Imam Syafii dan kebanyakan ulama Syafiiyah, menyembelih hewan pada bulan Rajab saat ini tetap disunahkan. Kesunahan ‘Atirah atau Rajabiyah tidak tergantikan oleh kesunahan berkurban. Keduanya memiliki hukum sendiri-sendiri, yaitu sama-sama disunahkan. Pendapat ini juga disampaikan oleh Imam Ibnu Sirin.

Salah satu dalil yang dijadikan dasar kesunahan ‘Atirah atau Rajabiyah ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah dari Mikhnaf bin Sulaim al-Ghamidi, dia berkata bahwa Nabi Saw pernah berkata ketika beliau berada Arafah;

إن على كل أهل بيت في كل عام أضحية وعتيرة وهي التي يسمونها الرجبية

“Sesungguhnya bagi setiap keluarga dalam setiap tahun (disunahkan) berkurban dan ‘Atirah. Ia adalah yang mereka sebut dengan Rajabiyah.”

Kedua, menurut kebanyakan ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Hanabilah,  ‘Atirah tidak disunahkan untuk dilakukan. Hal ini karena kesunahan ‘Atirah telah tergantikan oleh kesunahan berkurban. Sehingga kaum Muslim saat ini tidak disunahkan lagi untuk menyembelih hewan di bulan Rajab. Mereka hanya disunahkan berkurban di bulan Zulhijjah saja.

Baca Juga :  Hukum Sujud Tilawah

Dalil yang dijadikan dasar oleh mereka adalah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

لا فَرَعَ وَلا عَتِيرَة

“Tidak ada fara’ (anak unta yang pertama lahir dan mereka menyembelihnya untuk berhalanya) dan tidak ada atirah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here