Apakah Memakai Hand Body atau Krim Kulit Membatalkan Puasa?

0
1062

BincangSyariah.Com – Bagi sebagian orang merawat tubuh dengan menggunakan hand body, lotion, atau krim kulit adalah sangat diperlukan untuk menjaga kelembaban kulit. Lalu bagaimana hukum memakai krim badan saat berpuasa?

Terkait hal ini, Syekh Dr. Ali Jum’ah; salah satu mufti Mesir telah menjelaskannya di dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyyah sebagaimana berikut.

ذهب الحنفية والشافعية والعلامة الدردير من المالكية إلى أن دهن الرأس والبطن لا يفطر ولو وصل جوفه بتشرب المسام؛ لأنه لم يصل من منفذ مفتوح، ولأنه ليس فيه منافٍ للصوم، فهو نوع ارتفاق وليس من محظورات الصوم كما نص عليه العلامة المرغيناني في “الهداية”.وذهب المالكية إلى أنه لو وجد طعمه في حلقه وجب عليه القضاء في معروف المذهب؛ لأنهم عملوا بقاعدتهم القائلة: وصول مائع للحلق ولو من غير الفم مفطر. والذي نذهب إليه هو قول الشافعية والحنفية من عدم الإفطار بالادِّهان؛ لما ذكروه من الأدلة القوية الصحيحة.
والله سبحانه وتعالى أعلم

Ulama Hanafiyah, Syafiiyah, dan allamah Ad-Dardir dari kalangan ulama Malikiyyah berpendapat bahwa minyak rambut dan perut tidak membatalkan puasa meskipun sampai ke dalam lambungnya dengan terserapnya melalui pori-pori. Karena ia tidak sampai (ke dalam lambung) dari lubang yang terbuka (mulut, kedua telinga, kedua lubang hidung, qubul, dan dubur) dan karena ia bukanlah hal yang dilarang saat berpuasa.

Benda tersebut adalah salah satu jenis yang bermanfaat, dan bukan termasuk hal-hal yang dilarang saat berpuasa sebagaimana diterangkan oleh imam Al-Marghinani di dalam kitab Al-Hidayah.

Sementara itu, ulama Malikiyyah berpendapat bahwa jika ada rasanya di dalam tenggorokannya (setelah memakai minyak rambut, perut, atau lotion badan) maka ia wajib mengqadha’ puasanya. Mereka mengamalkan kaidah “Sampainya sesuatu yang cair kepada tenggorokan meskipun tidak melalui mulut yang terbuka (dapat membatalkan puasa).”

Baca Juga :  Kewajiban Puasa Bulan Ramadhan Diundur Karena Covid-19, Mungkinkah?

Namun, kami mengikuti pendapatnya ulama Syafiiyyah dan Hanafiyyah yang berpendapat tidak batal puasanya (seseorang) sebab memakai minyak (ke arah rambut atau tubuh) karena mereka telah menyebutkan dalil-dalil yang kuat dan shahih. Wa Allahu subhanahu wa ta’ala a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here