Apakah Makmum Masbuk Dapat Pahala Berjamaah?

0
812

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan salat fardu, kita sangat dianjurkan untuk melaksanakannya secara berjamaah. Keutamaan salat fardu secara berjamaah lebih utama dibanding salat sendirian. Bahkan di dalam hadis disebutkan bahwa salat fardu secara berjamaah lebih utama sebanyak dua puluh tujuh derajat dibanding salat sendirian.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Nabi saw bersabda;

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذّ بسبع وعشرين درجة

“Salat berjamaah lebih utama sebanyak dua puluh tujuh (27) derajat dibanding salat sendirian.”

Lantas bagaimana dengan makmum masbuk yang melaksanakan sebagian salat secara berjamaah dan melaksanakan sebagian yang lain secara sendirian, apakah ia tetap mendapat pahala berjamaah?

Semua ulama sepakat bahwa makmum masbuk tetap mendapatkan keutamaan dan pahala salat berjamaah, meskipun hanya mengikuti imam dalam tasyahud akhir. Bahkan jika makmum masbuk sempat mengikuti imam sesaat sebelum imam mengucapkan mim dalam lafal ‘alaikum di salam pertama, maka makmum masbuk tetap mendapatkan keutamaan dan pahala salat berjamaah.

Begitu juga dengan orang yang mufaraqah atau memisahkan diri dengan imam karena ada uzur tertentu yang dibenarkan secara syariat, maka dia tetap mendapatkan keutamaan dan pahala salat berjamaah, meskipun sebagian salatnya dilakukan secara sendirian.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وتدرك جماعة في غير جمعة أي فضيلتها للمصلي ما لم يسلم إمام أي لم ينطق بميم عليكم في التسليمة الأولى وإن لم يقعد معه بأن سلم عقب تحرمه لإدراكه ركنا معه فيحصل له جميع ثوابها وفضلها لكنه دون فضل من أدركها كلها

“Keutamaan salat berjamaah diperoleh di selain salat Jumat, yaitu keutamaan salat berjamaah bagi orang yang salat (masbuk), selama imam belum mengucapkan salam, yaitu sebelum imam selesai mengucapkan huruf mim dalam lafal ‘alaikum salam pertama, meskipun dia tidak sempat duduk dengan imam setelah dia melakukan takbiratul ihram. Hal ini karena dia masih mengikuti satu rukun bersama imam. Maka dia mendapatkan semua pahala berjamaah dan keutamaannya, meskipun di bawah pahala orang yang  mengikuti seluruh berjamaah.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here