Apakah Harta Anak Kecil Wajib Dizakati?

0
64

BincangSyariah.Com – Zakat merupakan ibadah yang sangat penting artinya dalam syariat Islam. seseorang yang mengeluarkan zakat bukan hanya sedang menunjukkan ketaatannya kepada Allah, namun sekaligus juga menunjukkan kepeduliannya kepada sesama yang membutuhkan.

Dalam mengeluarkan zakat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya ialah beragama Islam. Dalam hal ini tidak dijelaskan apakah orang Islam tersebut hanya berlaku untuk orang dewasa ataukah berlaku bagi semuanya.

Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah harta anak kecil wajib dizakati. Pertanyaan ini muncul karena kita tahu bahwa zakat adalah ibadah, dan salah satu syarat sah ibadah ialah baligh (sudah dewasa) dan berakal.

Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, dalam kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz II, h. 17 menyebutkan:

أنه لا يشترط لوجوب الزكاة في المال بلوغ صاحبه ولا عقله ولا رشده.

“Bahwasanya dalam kewajiban mengeluarkan zakat mal, tidak disyaratkan balighnya pemilik harta, berakalnya, ataupun pintarnya”.

Dengan demikian bisa dipahami bahwa dalam hal zakat fitrah ini, yang menjadi titik tekan adalah hartanya. Apabila hartanya telah mencapai nishab, maka wajib dizakati. Terlepas dari apakah harta tersebut milik siapa, asalkan pemiliknya muslim, maka wajib dizakati.

Sehingga apabila ada sejumlah harta yang dimiliki oleh anak-anak maupun milik orang gila, maka wajib bagi wali bagi mereka untuk mengeluarkan zakat. Jika harta tersebut tidak dizakati, maka wali akan menanggung dosa. Bukan anak-anak atau orang gila tersebut yang berdosa. Karena kita tahu belaka, bahwa anak-anak dan orang gila tidak menanggung dosa menurut syariat Islam.

Dalil Al-Qur’an yang melandasi ketentuan semacam ini ialah:

{خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا}

Baca Juga :  Memaknai Hukum Sedekah Laut

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (QS At-Taubah [9]: 103)

 [وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ * لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ]

“Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)” (QS Al-Ma’arij [40]: 24-25)

Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwasanya Allah SWT menjadikan sebagian diantara harta yang dimiliki mereka sebagai milik orang-orang yang membutuhkan, dan harus diberikan tanpa memandang apakah harta tersebut dimiliki oleh orang dewasa maupun anak-anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here