Apakah Dosa Mendengarkan Ghibah sama dengan Dosa Orang yang berghibah?

0
535

BincangSyariah.Com – Sesungguhnya ghibah atau membicarakan keburukan orang lain merupakan hal yang dilarang dalam Islam, beberapa ulama bahkan ada yang menggolongkannya ke dalam dosa besar, di antaranya ulama dari kalangan mazhab Hanbali. Larangan tersebut berdasarkan firman Allah Swt dalam QS al-Hujurat: 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ *يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya ; Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat 11)

Begitu juga mendengarkan ghibah termasuk perkara yang dilarang, sebab pendengar juga bergabung dalam terciptanya ghibah sebab ia tidak melarang seseorang dari perkara yang tidak terpuji itu.

Seorang muslim jika mendengar saudaranya membicarakan saudaranya yang lain hendaknya menasehati agar meninggalkan perkara itu. Jika sekiranya nasehat tersebut tidak digubriskan maka lebih baik menghindar dari perkumpulan tersebut sebisa mungkin. Imam Nawawi menjelaskan dalam Riyadhush Shalihin berkata

Baca Juga :  Cara Berwudhu Orang yang Diperban

تحريم سماع الغيبة وأمر من سمع غيبة محرمة بردها والإنكار على قائلها، فإن عجز أو لم يقبل منه فارق ذلك المجلس إن أمكنه

Haram mendengarkan ghibah dan perintah bagi siapa saja yang mendengar ghibah  agar menasehatinya serta tidak membenarkan perbuatan orang yang ghibah. Jika ia tidak bisa menerima nasehat maka lebih baik engkau hindari perkumpulan tersebut sebisa mungkin.

Jadi mendengarkan ghibah sama halnya dengan orang yang berghibah dalam hal dosa. karena itu, seorang muslim dianjurkan menghindari dari percakapan yang berbau ghibah dan sebisa mungkin tidak mendengarkannya dengan mengalihkan perhatian ke hal lain.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here