Apakah Berdosa Tidak Sengaja Berbicara Saat Shalat?

0
5

BincangSyariah.Com – Ketika kita sedang melaksanakan shalat, maka kita tidak boleh berbicara, baik sedikit maupun banyak. Berbicara saat melaksanakan shalat, selain shalat kita batal, kita juga mendapatkan dosa. Ini karena sengaja berbicara saat melaksanakan shalat hukumnya adalah haram. Namun bagaimana hukumnya jika tidak sengaja berbicara saat shalat, apakah berdosa?

Ulama telah sepakat bahwa sengaja berbicara dalam shalat, baik banyak maupun sedikit, adalah haram dan shalatnya batal. Hal ini karena di dalam shalat dilarang untuk berbicara. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Mu’awiyah bin Al-Hakam Al-Sulami, Rasulullah Saw bersabda;

انَّ هذه الصَّلاةَ لا يَصلُحُ فيها شيءٌ من كلامِ النَّاس، إنَّما هو التسبيحُ، والتكبيرُ، وقراءةُ القرآن

Sesungguhnya shalat ini tidak pantas ada perkataan manusia. Shalat adalah tasbih, takbir dan bacaan Al-Quran.

Adapun jika berbicara dalam shalat karena lupa, atau karena kecoplasan tidak sengaja, dan sedikit, maka hukumnya tidak dosa dan shalatnya tetap sah. Namun jika banyak, maka ulama berbeda pendapat. Menurut sebagian ulama, shalatnya batal namun tidak berdosa. Sementara menurut sebagian ulama yang lain, shalatnya tetap sah tidak batal dan juga tidak berdosa.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab sebagai berikut,

وإن سبق لسانه من غير قصد إلى الكلام أو غلبه الضحك ولم يطل لم تبطل صلاته لأنه غير مفرط فهو كالناسي والجاهل وإن طال الكلام وهو ناس أو جاهل بالتحريم أو مغلوب ففيه وجهان: المنصوص في البويطي أن صلاته تبطل لأن كلام الناسي والجاهل والمسبوق كالعمل القليل ثم العمل القليل إذا كثر أبطل الصلاة وكذلك الكلام ومن أصحابنا من قال: لا تبطل كأكل الناسي لا يبطل الصوم قل أو كثر

Jika seseorang kecoplosan berbicara tanpa ada kesengajaan, atau tidak sengaja tertawa, dan durasinya sedikit, maka shalatnya tidak batal karena tidak melampaui batas. Ia seperti orang yang lupa dan bodoh. Jika bicaranya banyak, dan dia lupa atau tidak tahu keharaman berbicara, maka ada dua pendapat. Yang ditegaskan dalam kitab Al-Buwaithi adalah shalatnya batal karena pembicaraan orang yang lupa, bodoh, atau kecoplosan seperti perbuatan sedikit, dan perbuatan sedikit jika banyak bisa membatalkan shalat, begitu juga dengan pembicaraan. Sebagian dari ulama kami (ulama Syafiiyah) berpendapat tidak batal. Ini seperti makannya orang yang lupa, ia tidak membatalkan puasa baik makannya sedikit atau banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here