Apa Sih Batasan Khusyuk saat Shalat?

1
2011

BincangSyariah.Com – Hampir semua orang tahu bahwa khusyuk adalah salah satu elemen penting dalam shalat. Dalam literatur fikih, khusyuk distatuskan sebagai salah satu kesunahan shalat, Ibn Hajar dalam Al-Minhaj Al-Qowim menyebutnya sebagai kesunahan yang paling penting. Para ulama mendasari kesunahan ini pada beberapa alasan. Pertama, firman Allah surah Al-Mukminun ayat 1 dan 2

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ۝

Sungguh beruntung orang-orang mukmin. Mereka yang khusyuk dalam shalatnya

Kedua, Khusyuk adalah penentu shalat seseorang apakah mendapat pahala atau tidak,  sesuai dengan tingkatannya. Dalam arti, seseorang yang mampu khusyuk sepanjang shalat, akan mendapat lebih banyak pahala daripada yang hanya mampu khusyuk dalam satu rakaat, yang mampu khusyuk satu rakaat akan mendapat lebih banyak pahala dibanding yang hanya mampu khusyuk kurang dari satu rakaat, begitu seterusnya.

Ketiga, ada perbedaan pendapat yang kuat soal status khusyuk sebagai syarat sah shalat atau tidak, sengitnya perdebatan (khilaf) ini menunjukkan bahwa khusyuk adalah elemen penting dalam shalat.

Lalu, apa yang dimaksud khusyuk dalam shalat? Penjelasan para ulama mengarah pada makna yang sama meskipun dengan cara penyampaian yang berbeda. Salah satunya disampaikan Ibn Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj:

ويسن (الخشوع) في كل صلاته بقلبه بأن لا يحضر فيه غير ما هو فيه وإن تعلق بالآخرة وبجوارحه بأن لا يعبث بأحدها

Disunahkan khusyuk dalam seluruh shalatnya baik dengan hati, dengan gambaran tidak terbesit dalam hatinya selain apa yang sedang ia lakukan (shalat) meskipun urusan akhirat, maupun dengan anggota badan, sekiranya tidak bermain-main dengan anggota badannya“.

Dalam keterangan di atas dijelaskan bahwa khusyuk dengan hati adalah dengan memfokuskan pikiran dan tidak memikirkan apapun meskipun urusan akhirat. Mengenai hal ini, Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin mengatakan

Baca Juga :  Bolehkah Berzikir dalam Keadaan Junub?

واعلم أن من مكايده أن يشغلك في صلاتك بذكر الآخرة وتدبير فعل الخيرات ليمنعك عن فهم ما تقرأ

Ketahuilah bahwa sebagian dari tipu daya setan adalah dengan menyibukkanmu ketika sedang melaksanakan shalat dengan mengingatkan urusan akhirat dan merencanakan amal-amal baik, tujuannya agar mencegahmu untuk memahami makna dari bacaan yang kau baca dalam shalat“.

Namun, bukankah dalam sujud disunahkan untuk memperbanyak doa? Begitu pula ketika membaca ayat yang menjelaskan rahmat dan adzab, disunahkan untuk berdoa, yang tentunya akan terbesit dalam hati tentang doa tersebut. Bukankah itu berarti dalam hatinya ada perkara lain selain shalat?

Dalam hal ini, Al-Syarwani dalam catatan kakinya atas Tuhfah al-Muhtaj memberi pandangan bahwa apa yang terbesit dalam hati ketika membaca doa tersebut tidak mencederai kekhusyukan, karena hal tersebut lahir dari anjuran syariat berupa kesunahan membaca doa tersebut, maka tindakan tersebut dijamin oleh syariat sebagai tindakan yang tidak mencederai makna khusyuk. Wallahu a’lam.

1 KOMENTAR

  1. Khusuk masalah hati, gk akan bisa khusuk seseorang apabila dia sholat tapi pikirannya masih aktif, khusuk itu sadar hati, hadir hati, jadi diamkanlah pikiran dan perasaan, hanya hati dan rasa yg nekerja, hanya rasa yg bisa sampai kepada Allah, salah satu kunci bisa khusuk adalah kebiasaan berzikir, zikir sampai fana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here