Anjuran Perbanyak Membaca Kalimat Syahadat pada Bulan Sya’ban

0
1481

BincangSyariah.Com – Orang beriman selayaknya selalu memperhatikan waktu-waktu yang diberkahi dan distimewakan. Semisal menyambut keistimewaan bulan Sya’ban dengan memperbanyak kalimat syahadat, yaitu kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله. Hal itu sebagaimana diungkapkan Sayyid Muhammad Alwi dalam kitabnya Ma Dza fi Sya’ban.

Kalimat ini merupakan zikir paling utama yang diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa diucapkan melalui lisan dan hati. Dalam sebuah hadis riwayat al-Thabarani, Ibn Mardawih dan al-Dailami dari Jabir bin ‘Amr, dari Nabi Saw bersabda:

اَفْضَلُ الِّذكْرِ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاَفْضَلُ الدُّعَاءِ الِاسْتِغْفَارُ

Artinya; “Paling utamanya zikir adalah لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ dan paling utamanya do’a adalah istighfar”.

Kalimat syahadat ini merupakan syarat untuk masuk islam. Seseorang tidak dapat dikatakan Muslim sebelum dia mengatakan kalimat ini. Amal baik seseorang apa pun bentuknya mulai dari sedekah, membantu orang lain dan lain sebagainya tidak akan diterima oleh Allah kecuali telah mengucapkan kalimat ini. Selain itu syahadat memiliki beberapa keutamaan sebagaimana disebutkan hadis-hadis Nabi Saw berikut.

Pertama, benteng keimanan. Iman seseorang bisa pasang-surut. Bahkan bisa saja iman seseorang rapuh dan lemah, dan salah satu cara yang diberikan Nabi Saw agar iman bisa kuat adalah dengan memperbanyak membaca kalimat ini. Diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dan al-Thabran dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

جَدِّدُوْا اِيْمَانَكُمْ ! قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ! كَيْفَ نُجَدِّدُ اِيْمَانَنَا؟ قَالَ : أَكْثِرُوْا مِنْ قَوْلِ “لاَ اِلَهَ اِلَّا الله”.

Artinya; “Perbaharui iman kalian! Nabi Saw ditanya, bagaimana cara kami memperbaharui iman kami? Nabi Saw menjawab, perbanyaklah membacaالا الله  لااله “.

Kedua, kebaikan yang paling utama. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Saw riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Abu Zar, dia berkata:

Baca Juga :  Larangan Puasa pada Pertengahan Kedua Bulan Sya’ban

قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ  عَلِّمْنِي عِلْمًا يُقَرِّبُنِي مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ ، قَالَ : إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فَاعْمَلْ حَسَنَةً فَإِنَّهَا بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ هِيَ ؟ قَالَ : هِيَ أَحْسَنُ الْحَسَنَاتِ

Artinya; “Saya bertanya, Wahai Rasulullah, ajari saya ilmu yang mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka. Nabi Saw menjawab, jika kamu berbuat dosa maka lakukan kebaikan karena satu kebaikan bernilai sepuluh kebaikan. Saya bertanya lagi, Wahai Rasulluh, apakah kalimat لا اله الا الله bagian dari kebaikan? Nabi Saw menjawab, kalimat itu adalah kebaikan yang paling utama.”

Ketiga, diampuni dosanya meskipun sebanyak buih di lautan. Hal ini sebagaimana hadis riwayat al-Tirmidzi dan Ahmad dari Abdullah ibn Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَا عَلَى اْلأرْضِ أَحَدٌ يَقُوْلُ: لَا إِلَهَ إِلَّا الله، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ؛ إِلاَّ كُفِّرَتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ، وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ اْلبَحْرِ

Artinya; “Tak seorang pun di muka bumi yang mengucapkan لَا إِلَهَ إِلَّا الله، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ kecuali digugurkan dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.

Ini sebagian keutamaan membaca kalimat syahadat yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi Saw. Sebenarnya masih terdapat banyak riwayat lain mengenai keutamaan membaca kalimat ini yang belum disebutkan di sini.

Bahkan Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan, “kalimat لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ memiliki keutamaan sangat agung yang tidak bisa dihitung”. Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk senantiasa membaca syahadat dengan lisan dan hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here