Anjuran Memperbanyak “Qiyamul Lail” di Bulan Ramadan

0
1976

BincangSyariah.Com – Bulan Ramadan merupakan bulan ibadah dan momen mendekatkan diri kepada Allah. Di bulan ini pahala amal ibadah dilipatgandakan Allah. Oleh karena itu, setiap waktu di bulan Ramadan sebaiknya diisi dengan ibadah. Apabila siang hari diisi dengan ibadah puasa, maka pada malam hari hendaknya diisi dengan qiyamul lail.

Adapun yang dimaksud dengan qiyamul lail adalah menghidupkan waktu malam dengan beribadah kepada Allah, baik dengan shalat, membaca Alquran, zikir dan lain sebagainya. Allah menjanjikan ampunan kepada siapa saja yang menghidupkan waktu malam di bulan Ramadan dengan ibadah. Dalam hadis riwayat imam al-Bukhari dari Abu Hurairah, dia barkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang menghidupkan waktu malam (qiyamul lail) pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Waktu qiyamul lail dimulai sejak waktu isya tiba sampai terbit fajar subuh. Sehingga seseorang yang melaksanakan shalat tarawih dan shalat witir setelah shalat isya, lalu tadarus Alquran di masjid dan zikir pada saat sahur sudah dinilai menghidupkan qiyamul lail. Ibadah puasa di siang hari harus disempurnakan dengan ibadah pada malam hari di bulan Ramadan.

Apabila hal ini dilaksanakan, maka akan dikumpulkan bersama kelompok shiddiqin dan para syuhada di surga. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban:

جَاءَ رَسُوْلَ اللهِ رَجُلٌ مِنْ قَضَاعَة فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ شَهِدْتُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلا الله وَأَنكَ رَسُوْلُ الله وَصَليْتُ صَلَوَاتِ اْلخَمْس وَصُمْتُ الشهْرَ وَقُمْتُ رَمَضَان َوَآتَيْتُ الزكَاةَ؟ فَقَالَ النبي صلى الله عليه و سلم: مَنْ مَاتَ عَلَى هَذَا كَانَ مِنَ الصديقين وَالشُهَدَاءِ

Baca Juga :  Batasan Boleh Tidak Puasa bagi Musafir

“Datang kepada Rasulullah Saw. seorang laki-laki dari bani Qudha’ah, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku telah bersyahadat tiada sesembahan yang hak kecuali Allah, dan bersyahadat bahwa engkau adalah utusan-Nya, aku shalat lima waktu, puasa satu bulan (Ramadan), dan aku telah menghidupkan waktu malam Ramadan serta aku tunaikan zakat?’ Maka Nabi Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang mati atas hal ini, dia termasuk dalam (kelompok) shiddiqin dan orang-orang yang syahid.’”

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here