BincangSyariah.Com – Di antara bulan yang sangat diistimewakan dalam Islam adalah bulan Dzulhijjah atau di kalangan masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan bulan haji. Bulan Dzulhijjah ini termasuk di antara asyhurul hurum atau bulan-bulan yang diagungkan oleh Allah. Secara keseluruhan, ada empat bulan yang disebut dengan asyhurul hurum dalam Islam, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi Saw bersabada;

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ  وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى  وَشَعْبَانَ

Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumada Akhirah dan Sya’ban.” 

Dengan demikian, sebagaimana juga di bulan-bulan asyhurul hurum yang lain, pada bulan Dzulhijjah seluruh umat Muslim sangat dianjurkan untuk mengagungkan dengan memperbanyak melakukan ibadah kepada Allah, baik ibadah wajib maupun sunah, dan menjauhi segala bentuk perbuatan dosa yang dapat mengotori keagungan bulan Dzulhijjah tersebut. Di antara ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah adalah sebagai berikut;

  1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah bagi yang mampu.

Ibadah haji dan umrah ini termasuk amalan yang paling utama untuk dikerjakan di bulan Dzulhijjah bagi orang yang mampu. Nabi Saw. bersabada;

العمرة الى العمرة كفارة لمابينهما والحج المبرور ليس له جزاء الا الجنة

 “Satu umrah ke umrah yang lain menghapuskan (dosa) yang dilakukan di antara kedua-duanya dan haji yang baik (mabrur) tiada baginya balasan melainkan surga.”

2. Berpuasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama pada hari Arafah.

Baca Juga :  Macam-macam Shalat Sunah Rawatib

Seluruh umat Muslim dianjurkan untuk berpuasa sejak hari pertama hingga hari ke sembilan bulan Dzulhijjah. Jika tidak bisa berpuasa sejak hari pertama Dzulhijjah, maka sangat dianjurkan sekali untuk bepuasa pada tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah yang disebut dengan hari Tarwiyah dan hari Arafah. Dalam hadis riwayat Imam Nasa’i, Nabi Saw. bersabda;

صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

  1. Memperbanyak berzikir kepada Allah.

Lafadz zikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah kalimat tahlil, takbir dan tahmid. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani, Nabi Saw. bersabda;

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ، فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ –

Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here