Anjuran Memperbanyak Doa Ketika Berbuka Puasa

1
1013

BincangSyariah.Com – Terdapat tiga golongan orang yang jika mereka berdoa, maka Allah akan mengabulkan doa mereka. Salah satunya doa orang berpuasa. Karena itu selama puasa, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dari Abu Hurairah , Nabi bersabda:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِم حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.” [HR. At-Turmudzi dan, Thabrani)

Syaikh Aqil bin Muhamad Al-Maqth dalam I’lamul Anam bi Ahkam As-Shiyam, mengatakan bahwa hadis ini statusnya hasan berdasarkan gabungan semua jalurnya. Hadis ini juga dinilai hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam keterangan yang ditulisnya di Talkhis Al-Habir. Hadis di atas menunjukkan anjuran bagi orang yang sedang puasa untuk memperbanyak berdoa sebelum dia berbuka.

Sebagian ulama menegaskan bahwa hadis ini tidak ada hubungannya dengan berdoa ketika berbuka. Karena teks hadis ini bersifat umum, bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki peluang dikabulkan doanya di setiap waktu dan setiap kesempatan, sebelum dia berbuka.

Tetapi terdapat riwayat lain dalam sunan Turmudzi, dengan redaksi yang serupa dinyatakan dengan sedikit perbedaan kata yang menunjukkan waktu mustajab berdoa bagi orang puasa

وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ

“Orang yang berpuasa ketika berbuka.” (Sunan At-Turmudzi)

Makna tersirat dari hadis menunjukkan bahwa anjuran memperbanyak doa itu terkait dengan kegiatan berbuka. Keterangan ini juga dikuatkan dengan riwayat dari Abdullah bin Amr bin Ash , bahwa Rasulullah bersabda:

إن للصائم عند فطره لدعوة ما ترد

“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak ketika berbuka.” [HR. Ibnu Majah)

Baca Juga :  Adab Menyambut Kelahiran Anak dalam Islam

Selain Ibnu Majah hadis ini diriwayatkan pula oleh Al-Hakim, Ibnu Sunni dan At-Thayalisi dari dua jalur. Al-Bushiri mengatakan dalam Shifat Shaum Nabi bahwa sanad hadis ini shahih, perawinya tsiqqah atau orang-orang jujur terpercaya.

Jadi, doa-doa kebaikan ini selayaknya dibaca sebelum memulai berbuka. Karena ketika belum berbuka, seseorang masih dalam kondisi puasa, dan bahkan di puncak puasa, sehingga dia lebih dekat dengan Allah ta’ala. Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dan lumrah membaca doa berbuka sebelum mereka berbuka puasa. Namun hal ini menurut sebagian ustadz adalah salah kaprah. Karena yang benar doa berbuka puasa sebaiknya dibaca setelah selesai berbuka, bukan sebelumnya. Benarkah demikian? (Baca: Anjuran Memperbanyak Doa Ketika Berbuka Puasa) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here