Anjuran Membasuh Dagu dan Jenggot Saat Wudhu

0
838

BincangSyariah.Com – Banyak hal-hal sunah yang bisa dilakukan saat berwudhu. Di antaranya adalah membasuh dagu dan jenggot. Banyak orang mengatakan bahwa membasuh jenggot itu diwajibkan. Pertanyaan apakah cukup seseorang membasuh dagu saja tanpa membasuh jenggot? Atau membasuh dagu sambil menyapu jenggot?

Pendapat pertama mengatakan harus mengusap jenggot. Hal itu menjadi wajib karena hadis diriwayatkan oleh Usman bin Affan. Kewajiban ini didasarkan atas hadis nabi Muhammad Saw.

عَنْ عُثْمَانَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ، فَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim dan lainnya. al-Baihaqi menilai bahwa hadis ini hasan.

Para ahli fikih berbeda pendapat dalam memahami hadis ini,. Al-Shan’ani dalam kitab Subul al-Salam menerangkan bahwa hadis ini, meskipun tidak ditemukan ulama yang mendhaifkan atau menemukan illat (kecacatan) di dalamnya. Hanya saja, hadis Usman ini tidak menunjukkan adanya perintah atau kewajiban untuk membasuh dan mengusap jenggot. 

Dalam fikih sendiri, para ulama ada yang mewajibkan dan ada yang hanya menganjurkan (mustahab). Syekh Abu Bakar al-Syata misalnya dalam I’anat al-Thalibin bahwa membasuh rambut yang tumbuh pada wajah itu dianjurkan. Rambut yang dimaksud adalah jenggot, bulu yang tumbuh di bawah bibir dan kumis.

Alasan diwajibkan adalah karena rambut tersebut merupakan bagian dari wajah. Anjuran membasuh jenggot berupa membasuhnya dengan sedikit air sampai ke tempat tumbuhnya (dagu).

Ibrahim al-Bajuri menambahkan dalam Hasyiat al-Bajuri bahwa membasuh dagu juga dianjurkan untuk menyapu jenggot dengan sedikit mengusap-usapnya dari bawah.

Adapun Imam al-Nawawi dalam Raudhat al-Thalibin mengatakan bahwa anjuran menyapu jenggot jika jenggotnya lebat, jika jenggotnya tipis maka hanya dianjurkan mengusap tempat tumbuhnya jenggot di dagu. Dalam pendapat yang lain, Imam al-Nawawi mengatakan bahwa mengusap jenggot tidak diwajibkan. Karena bulu-bulu yang tumbuh bukan merupakan bagian dari wajah.

Baca Juga :  Bolehkah Beda Niat Salat antara Imam dan Makmum?

Dengan demikian, jika ada orang yang tak membasuh jenggot pada saat wudhu, ia bukan berarti tidak sah/sempurna wudhunya. Bulu-bulu yang tumbuh dimuka selain jenggot seperti bulu yang tumbuh di bawah bibir, memang tidak diwajibkan untuk dibasuh. Pendapat para ahli fikih menganjurkan membasuhnya merupakan bentuk kehati-hatian (ihtiyath). Wallahu A’lam bi al-Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here