Anjuran Melakukan Takziyah

0
18450

BincangSyariah.Com –  Dalam kitab al-Azkar, Imam al-Nawawi membuat bab al-takziyah, bab melayat keluarga orang yang meninggal. Beliau menjelaskan bahwa takziyah dalam Islam termasuk perkara yang sangat dianjurkan karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan, seperti mengingatkan seseorang pada kematian, membantu meringankan beban musibah kelurga mayit, mendoakan mayit dan keluarganya dengan kebaikan dan lain sebagainya.

Menurut imam al-Nawawi, tidak ada perbedaan di antara para ulama bahwa hukum bertakziyah kepada orang yang tertimpa musibah adalah mustahabbah, perkara yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Di antara hadis yang dijadikan dasar oleh para ulama tentang anjuran bertakziyah adalah hadis riwayat al-Tirmidzi dan al-Baihaqi dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi Saw bersabda;

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Barangsiapa yang bertakziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari Amr bin Hazm, dari Nabi Saw bersabda;

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلاَّ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ حُلَل الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemulian kepadanya di hari kiamat.”

Adapun waktu terbaik untuk takziyah dimulai sejak mayit meninggal sampai tiga hari setelahnya. Meski demikian, menurut Abu al-‘Abbas bin al-Qas, tidak masalah takziyah setelah melewati tiga hari, bahkan kapan pun boleh takziyah apabila keluarga mayit masih berkabung.

Di Indonesia, waktu takziyah biasanya sampai tujuh hari dan hal ini tidak masalah karena pada dasarnya tidak ada batasan waktu untuk takziyah. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Juwaini, tiga hari hanya waktu terbaik saja bukan batasan akhir waktu takziyah.

Baca Juga :  Enam Etika Saat Melihat Jenazah dan Takziyah Menurut Imam Ghazali

Pada saat takziyah, sangat dianjurkan mendoakan mayit dan keluarganya dengan kebaikan. Imam Nawawi dalam kitab al-Azkar berpendapat bahwa yang paling baik untuk diucapkan ketika takziyah adalah kalimat yang diucapkan oleh Nabi Saw ketika diberitahu bahwa anak dari putri Nabi Saw meninggal. Nabi Saw mengatakan kalimat berikut;

أَنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Sesungguhnya adalah milik Allah apa yang Dia ambil dan akan kembali kepada-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendakah dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah.” Sebagian ulama menganjurkan membaca doa berikut ketika bertakziyah;

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاكَ وَرَحِمَ مَيِّتَك

“Semoga Allah melipatkan pahalamu, memberimu pelipur lara yang baik dan semoga Dia memberikan rahmat kepada mayit.”

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here