Anjuran Melakukan Shalat Sunah Rawatib di Rumah

7
16156

BincangSyariah.Com – Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunah yang dilaksanakan sebelum dan sesudah shalat fardu. Namun tidak seperti shalat fardu yang lebih dianjurkan berjamaah di masjid, shalat sunah rawatib justru lebih baik dilaksanakan sendiri di rumah. Salah satu dalil yang menunjukkan kesunahan melakukan shalat rawatib di rumah adalah hadis Diriwayatkan oleh Abu Dawud berikut ini

صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ فِي مَسْجِدِي هَذَا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Shalatnya seseorang di rumahnya lebih utama dibandingkan shalatnya di masjidku ini, kecuali shalat wajib” (HR. Abu Dawud)

Shalat dalam hadis di atas maksudnya adalah shalat sunah rawatib. Namun meski anjuran lebih baik shalat rawatib di rumah, bukan berarti melakukannya di masjid itu menjadi makruh hanya saja bertolak belakang dengan yang lebih dianjurkan syariat. Dan jika melakukannya di rumah itu lebih dianjurkan maka sudah pasti pahalanya lebih banyak dan besar.

Karena besarnya keutamaan tersebut, Ibnu ‘Abdi al-Baar mengatakan dalam kitabnya al-Istidzkar bahwa bila shalat sunnah yang dikerjakan di rumah lebih utama daripada dilakukan di masjid Nabi Saw padahal shalat di dalamnya (masjid Nabi) setara dengan seribu  kali shalat yang semisal di tempat lain, maka keutamaan manakah yang lebih jelas dibandingkan ini.

Keutamaan shalat sunah rawatib ini disebabkan shalat di rumah lebih tersembunyi sehingga menjauhkan seseorang dari sikap riya dan lebih menunjukkan keikhlasan dalam mengerjakan ibadah yang tidak diwajibkan.

Selain itu disunnahkannya shalat rawatib di rumah juga untuk menghidupkan rumah dengan cahaya ilahi. Sebab, rumah yang tidak pernah atau jarang dilakukan shalat di dalamnya diibaratkan seperti kuburan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana dalam Shahih Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar ra. berikut ini:

Baca Juga :  Keutamaan Salat di Masjid Quba

عن ابن عمر رضي الله عنه أنه صلى الله عليه وسلم قال: اجعلوا من صلاتكم في بيوتكم ولا تجعلوها قبورا.

Dari sahabat Ibu Umar ra. berkata sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Jadikanlah Rumah-rumah Kalian Sebagai tempat Shalat, dan jangan di buat Kuburan,” (HR. Bukhari & Muslim)

Imam Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan dalam hadis ini adalah shalat rawatib. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim lainnya berikut ini:

عن جابر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا قضى أحدكم الصلاة في مسجده، فليجعل لبيته نصيباً من صلاته، فإن الله جاعل في بيته من صلاته خيراً.  رواه مسلم.

Dari sahabat Jabir yang berkata sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian telah menunaikan shalat di masjidnya, maka hendaklah ia memberi jatah shalat bagi rumahnya. Karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dalam rumahnya melalui shalatnya” (HR. Muslim)

Memang melakukan banyak aktivitas ibadah sunah seperti shalat rawatib, berdzikir dan lainnya dapat membuat rumah yang kita tempati senantiasa dinaungi kebaikan dan keberkahan, karena itulah Rasulullah sangat menganjurkannya. Wallahu’alam.

7 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum maaf saya kurang mengerti dengan dalil yg ini

    “Apabila salah seorang di antara kalian telah menunaikan shalat di masjidnya, maka hendaklah ia memberi jatah shalat bagi rumahnya.

    • Maksudnya, klo udh sholat di fardu di masjid, sholat sunahlah di rumah. Jadi dibagi-bagi jatahnya. Untuk sholat fardu di masjid, sholat sunah di rumah.

  2. bagaimana mensikapi waktu yg sempit antara adzan dan iqomat untuk melaksanakan sholat rawatib di rumah.?
    Kalau melaksanakan sholat rawatib di rumah (qobliyah) ada kemungkinan sholat fardhunya ketinggalan( jadi masbuk)

    • Iya, boleh juga. Misalnya, kita sedang berhalangan shalat di masjid karena hujan besar atau banjir. Kita tetap sunnah melakukan qabliyah dan ba’diyah di rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here