Anjuran Bertumpu pada Lantai Ketika Hendak Berdiri dari Tasyahud Awal

0
588

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa ketika kita hendak berdiri dari tasyahud awal, maka kita dianjurkan untuk i’timad atau bertumpu dan berpegangan dengan kedua telapak tangan pada lantai agar lebih mudah untuk berdiri, baik bagi laki-laki maupun perempuan, dan tua maupun muda.

Begitu juga ketika kita hendak berdiri dari duduk istirahah, maka kita dianjurkan untuk bertumpu dengan kedua telapak tangan, sebagaimana ketika hendak berdiri dari tasyahud awal. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

ويسن اعتماد على بطن كفيه في قيام من سجود وقعود (قوله: ويسن اعتماد على بطن كفيه إلخ) وذلك لأنه أعون على القيام وأشبه بالتواضع، مع ثبوته عنه – صلى الله عليه وسلم -. فقد ثبت: أنه كان يقوم كقيام العاجز

“Disunahkan bertumpu dengan kedua telapak tangan ketika hendak berdiri dari sujud atau duduk. Perkataan mushannif, ‘Disunahkan bertumpu dengan kedua telapak tangannya’, karena hal itu bisa lebih membantu untuk berdiri dan lebih menyerupai dengan ketawaduan, serta hal tersebut sudah ada ketetapan dari Nabi saw. Telah tetap bahwa Nabi saw berdiri seperti berdirinya orang yang lemah.”

Bahkan Imam Syafii dalam kitab al-Umm dengan tegas mengatakan bahwa bertumpu dengan kedua telapak tangan pada lantai ketika hendak berdiri dari sujud dan tasyahud awal merupakan sunah Nabi saw sehingga tidak pantas untuk ditinggalkan. Beliau berkata;

وإذا أَرَادَ الْقِيَامَ من السُّجُودِ أو الْجُلُوسِ اعْتَمَدَ بِيَدَيْهِ مَعًا على الْأَرْضِ وَنَهَضَ وَلَا أُحِبُّ أَنْ يَنْهَضَ بِغَيْرِ اعْتِمَادٍ فإنه يُرْوَى عن النبي صلى اللَّهُ عليه وسلم أَنَّهُ كان يَعْتَمِدُ على الْأَرْضَ إذَا أَرَادَ الْقِيَامَ

“Jika seseorang hendak berdiri dari sujud atau duduk, maka hendaknya dia bertumpu dengan kedua tangannya secara bersamaan pada lantai dan berdiri. Saya tidak suka dia berdiri tanpa bertumpu, karena telah diriwayatkan bahwa Nabi saw bertumpu pada lantai ketika beliau hendak berdiri.”

Melalui penjelasan di atas, kita sangat dianjurkan untuk bertumpu dengan kedua tangan ketika hendak berdiri dari tasyahud awal maupun dari duduk istirahah. Anjuran berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, sudah tua maupun masih muda.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here