Anjuran Bertaubat menjelang Ramadan

5
1308

BincangSyariah.Com – Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim, khususnya di Nusantara. Mereka sudah mulai dari jauh-jauh hari menabung untuk dibelanjakan pada saat bulan Ramadan tiba. Menjelang memasuki bulan Ramadan, mereka menyambutnya dengan berbagai macam bentuk kegiatan, seperti bersih-bersih kuburan, kumpul bersama membaca doa arwah, khataman Alquran dan lain sebagainya. Tentu semua ini dilakukan agar mereka siap menyambut bulan Ramadan, baik dari materi, lahir maupun batin.

Adapun ulama salaf menganjurkan memperbanyak taubat kepada Allah sebagai bentuk persiapan batin menjelang memasuki bulan Ramadan. Memperbanyak taubat ini dilakukan agar kita dapat menjalankan dan melalui bulan Ramadan sesuai dengan harapan Allah.

Pada hakikatnya, taubat harus kita lakukan setiap waktu. Namun keharusan bertaubat ini bertambah kuat sebelum memasuki bulan Ramadan. Ulama salaf menganjurkan untuk memperbanyak taubat kepada Allah menjelang memasuki bulan Ramadan supaya kita bisa menjalankan puasa Ramadan dengan hati yang bersih dan ketenangan jiwa. Dengan kebersihan hati dan ketenangan jiwa, kita bisa sukses melaksanakan semua ibadah puasa Ramadan dengan baik dan sempurna. Dalam surah Annur ayat 31, Allah berfirman;

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang beriman supaya kalian beruntung (sukses).”

Salah satu doa taubat yang dijarkan ulama salaf untuk dibaca menjelang memasuki Ramadan adalah sebagai berikut;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“Allahumma ighfirli khothi-ati, wa jahli, wa isrofi fi amri, wama anta a’lamu bihi minni. Allahumma ighfirli jiddi wa hazli, wa khothoi wa ‘amdi, wa kullu dzalika ‘indi.

Baca Juga :  Hukum Membaca Takbir di Sela Surah Adduha hingga Annas saat Khataman

 Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.”

Wallahu’alam.

5 KOMENTAR

  1. ketika orang setelah berwudhu kemudia orang tersebut minum air putih, apakah itu dapat membatalkan wudhunya

  2. Assalamualaikum Wrb,maaf sblum nya saya mw nnya diluar materi,,apkh seorng muslim ktka mlakukan maksiat,ktika dy pulng kerumh apkh kdua orng tua nya mndptkhn dosa ats ank nya tsbut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here