Anjuran Bersedekah Seberat Timbangan Rambut Bayi yang Baru Lahir

3
504

BincangSyariah.Com – Ketika bayi telah dilahirkan, maka disunahkan diakikahi pada hari ketujuh dengan menyembelih hewan ternak, seperti unta, sapi, atau kambing. Pada hari akikah tersebut, juga disunahkan untuk mencukur rambut bayi sekaligus memberikan nama.

Selain itu, dianjurkan pula ketika sudah mencukur rambut bayi untuk bersedekah perak atau emas seberat timbangan rambut bayi tersebut, baik laki-laki maupun perempuan. Ulama sepakat bahwa hal tersebut termasuk bagian dari sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Saw., sebagaimana ditegaskan oleh Hisamuddin dalam kitabnya Almusfashshal fi Ahkamil Aqiqah,

وقد اتفق اهل العلم على ان ذلك من السنن

“Ulama (ahlul ilmi) telah sepakat bahwa bersedekah dengan emas atau perak seberat timbangan rambut bayi merupakan bagian dari sunnah.”

Dalam kitab AlMajmu, Imam Nawawi mencantumkan pandangan kalangan ulama Syafiiyah, bahwa selain disunahkan mencukur rambut bayi, juga setelah itu disunahkan bersedekah emas atau perak seberat timbangan rambut bayi tersebut.

ويستحب حلق رأس المولود يوم سابعه قال اصحابنا ويستحب ان يتصدق بوزن شعره ذهبا فان لم يفعل ففضة سواء فيه الذكر والانثى

“Disunahkan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh dari kelahiran. Sahabat kami (ulama Syafiiyah) mengatakan; ‘Disunahkan juga bersedekah emas seberat timbangan rambut tersebut, jika tidak bisa emas, maka dengan perak, berlaku pada bayi laki-laki maupun perempuan.”

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi, bahwa Nabi Saw. ketika mengakikahi  Sayidina Hasan, putra Sayidina Ali dan Sayidah Fatimah, menyuruh Sayidah Fatimah untuk mencukur rambut Sayidina Hasan dan bersedekah perak seberat rambut tersebut.

عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ بِشَاةٍ وَقَالَ يَا فَاطِمَةُ احْلِقِي رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِي بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً قَالَ فَوَزَنَتْهُ فَكَانَ وَزْنُهُ دِرْهَمًا أَوْ بَعْضَ دِرْهَمٍ

Baca Juga :  Hukum Shalat Sambil Mengkhayal

“Rasulullah Saw. mengakikahi Sayidina Hasan dengan satu ekor kambing, kemudian beliau berkata kepada Fatimah; ‘Cukur rambutnya dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut itu.’ Fatimah pun menimbang rambut itu, dan beratnya sekitar satu dirham atau kurang dari satu dirham.”

Kemudian, apakah boleh bersedekah dengan uang sebagai ganti dari emas atau perak tersebut?

Sebagaimana dikatakan Hisamuddin dalam kitab Almufashshal fi Ahkamil Aqiqah, bahwa boleh bersedekah dengan uang sebagai ganti emas dan perak. Hal ini karena emas dan perak adalah mata uang yang berlaku pada masa Nabi Saw., sebagaimana uang di Indonesia saat ini. Caranya, setelah rambut bayi dicukur lalu ditimbang dengan menggunakan timbangan emas atau perak, kemudian bersedekah dengan uang seberat dan senilai emas atau perak tersebut.

ورد في الاحاديث ايضا استحباب الصدقة بالفضة وينوب عنها الصدقة بالنقود المتداولة اليوم

“Terdapat beberapa hadis yang menganjurkan sedekah dengan perak, dan perak tersebut bisa digantikan dengan mata uang yang berlaku saat ini.”

3 KOMENTAR

  1. Maf mw tnyak ,kalau misal kan anak enggak di cukur habis rambut nya apakah itu sah?
    Dan misal kan kita sedekahkan yang bisa sah ngak ya ?

  2. Maf mw tnyak ,kalau misal kan anak enggak di cukur habis rambut nya apakah itu sah?
    Dan misal kan kita sedekahkan yang bisa sah ngak ya ?

  3. Dicukur rambutnya itu sunah. Walaupun seandainya bayi tdk dicukur, sedekah tetap dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas terlahirnya sang bayi ke muka bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here