Anak Kecil Laki-Laki yang Sudah Baligh Bermakmum pada Imam Perempuan, Apakah Boleh?

0
1727

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, yang menjadi imam shalat berjemaah, baik di masjid atau di rumah, adalah kaum laki-laki. Meski demikian, terkadang ada seorang ibu yang menjadi imam shalat berjemaah untuk anak laki-lakinya yang sudah baligh dengan niat ta’lim atau mengajari shalat berjemaah. Sebenarnya, bagaimana hukum anak laki-laki yang sudah baligh bermakmum pada imam perempuan dengan niat ta’lim, apakah boleh?

Para ulama telah menjelaskan bahwa laki-laki tidak boleh bermakmum pada imam perempuan. Jika laki-laki bermakmum pada imam perempuan, maka shalatnya tidak sah dan harus diulang lagi. Ini sudah menjadi kesepakatan para ulama. Perempuan hanya boleh menjadi imam bagi sesama perempuan dan khuntsa atau banci. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

ولا يجوز للرجل أن يصلي خلف المرأة لما روى جابر رضي الله عنه قال  خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال لا تؤمن المرأة رجلا

Tidak boleh bagi laki-laki melaksanakan shalat dibelakang (bermakmum) perempuan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Jabir, dia berkata; ‘Rasulullah Saw pernah berkhutbah kepada kami, ‘Janganlah perempuan mengimami laki-laki.’

Begitu juga bagi laki-laki yang sudah baligh, dia tidak boleh bermakmum pada imam perempuan. Meski bertujuan untuk ta’lim atau mengajari shalat, namun jika anak laki-laki tersebut sudah baligh, maka dia tidak boleh bermakmum pada imam perempuan. Hal ini karena shalat anak laki-laki baligh sudah dinilai sah, meski baginya shalat tersebut belum wajib.

Menurut Imam Nawawi, anak laki-laki yang sudah baligh tidak boleh bermakmum pada imam perempuan ini sudah menjadi kesepakatan di kalangan ulama Syafiiyah. Beliau berkata dalam kitab Al-Majmu sebagai berikut;

واتفق أصحابنا على أنه لا تجوز صلاة رجل بالغ ولا صبي خلف امرأة

Baca Juga :  Doa Sayidina Ali Agar Dikaruniai Anak Laki-laki

Ulam kami (ulama Syafiiyah) telah sepakat bahwa laki-laki yang sudah baligh dan masih kecil tidak boleh bermakmum pada imam perempuan.

Dengan demikian, jika seorang ibu hendak mengajari anak laki-lakinya shalat berjemaah, maka hendaknya suaminya yang disuruh menjadi imam, atau boleh juga dibiasakan untuk melaksanakan shalat berjemaah di masjid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here