Anak Kecil Jadi Imam Ibunya, Bolehkah?

0
2115

BincangSyariah.Com- Sudah menjadi tugas orang tua untuk mendidik dan mengajari anak-anaknya semua hal khususnya membaca Al-Qur’an dan ibadah sehari-hari. Bahkan tidak jarang kita temui seorang anak lebih fasih dan baik bacaannya dari pada orang tuanya. Lalu bagaimana hukumnya anak kecil yang menjadi imam ibunya? Bolehkah?

Pertanyaan ini sudah pernah dijawab oleh Dr. Ali Jum’ah, salah satu mufti di Mesir yang dimuat di laman Darul Ifta’ Al-Misriyyah sebagai berikut.

 ذهب جمهور الفقهاء إلى عدم صحة إمامة المميز للبالغ في صلاة الفرض، وصحتها في صلاة النفل؛ لأن الفرض في حق الصبي نافلة، أما الشافعية فيرون صحة إمامة المميز للبالغ في الفرض والنفل على السواء؛ لما ورد في حديث عمرو بن سلمة رضي الله تعالى عنه: أنه كان يؤم قومه على عهد رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم وهو “ابْنُ سِتِّ أَوْ سَبْعِ سِنِينَ” رواه البخاري في “صحيحه”، وهو ما نميل إلى القول به. وعليه: فلا حرج من أن يؤم الصبي ابن تسع سنين أمه في الصلاة؛ لأنه صار مميزًا.
والله سبحانه وتعالى أعلم

Menurut mayoritas fuqaha’ (ulama ahli fiqih) berpendapat bahwa tidak sah bagi seorang anak kecil yang mumayyiz (sudah mandiri, minimal bisa cebok sendiri tapi belum balig) menjadi imam shalat fardu bagi orang yang sudah balig. Dan sah di dalam shalat sunnah. Karena ketentuan yang berhak bagi anak kecil adalah shalat sunnah.

Adapun ulama Syafiiyyah berpendapat sahnya anak kecil yang sudah tamyiz menjadi imam untuk orang sudah balig baik di dalam shalat fardu maupun sunnah. Hal ini didasarkan pada hadis Amr bin Salamah r.a. yang pernah menjadi imam kaumnya di masa Rasululah saw. sedangkan ia masih umur 6 atau 7 tahun yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya. Dan inilah yang kami condongi pendapatnya. Dengan demikian, maka tidak apa-apa seorang anak kecil yang berumur 9 tahun menjadi imam ibunya di dalam shalat karena ia telah tamyiz. Dan Allah swt. yang lebih tahu.  

Berdasarkan keterangan Syekh Dr. Ali Jum’ah tersebut maka disimpulkan bahwa anak kecil yang belum balig tetapi telah tamyiz, boleh menjadi imam ibunya, orang tuanya, atau orang yang sudah balig. Baik di dalam shalat fardu maupun shalat sunnah. Namun menurut jumhur ulama boleh untuk shalat sunnah saja, tidak untuk shalat fardu. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Dalam Situasi Ini Dianjurkan Berhenti Zikir Sejenak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here