Amalan Sunah saat Idulfitri

0
860

BincangSyariah.Com – Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh, maka umat muslim seluruh dunia akan merayakan hari raya Idulfitri. Dan berikut adalah beberapa hal-hal yang disunnahkan saat Idulfitri datang.

Pertama, melantunkan takbir mulai dari terbenamnya matahari malam Idulfitri hingga imam hendak salat hari raya. Di dalam Al Adzkar (h. 155, Surabaya: al Hidayah, 1955) karya Imam an Nawawi disebutkan bahwa takbir–takbir tersebut sunah dilantunkan setelah melaksanakan salat-salat atau dalam keadaan lainnya, seperti di keramaian manusia.

Disunahkan pula dilantunkan baik dalam keadaan berjalan, duduk, atau berbaring. Baik berada di jalan, masjid, atau di atas tempat tidur. Adapun bentuk ungkapan takbir adalah

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لااله الا الله والله أكبر ألله أكبر ولله الحمد. ألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده.

Kedua, menghidupkan malam Idulfitri dengan berzikir, salat atau ketaatan-ketaatan yang lainnya. Sebagaimana dasar hadis riwayat Imam al Syafi’i dan Imam Ibnu Majah dari Abi Umamah berikut ini:

من أحيا ليلتي العيد لم يمت قلبه حين تموت القلوب

Siapa yang menghidupkan dua malam hari raya, maka hatinya tidak akan mati ketika hati-hati (yang lain) mati”. Di dalam redaksi lain disebutkan:

من أحيا ليلتي العيدين لله محتسبا لم يمت قلبه حين تموت القلوب

Siapa yang menghidupkan dua malam hari raya karena mengharapkan ridha Allah maka hatinya tidak akan mati ketika hati-hati (yang lainnya) mati.”

Ketiga, mandi sunah Idulfitri, baik bagi orang yang hendak menghadiri salat Idulfitri atau tidak, karena hari raya adalah hari berhias, maka sunah bagi semua umat muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk mandi di hari rayanya. Dasarnya adalah hadis riwayat Imam Malik di dalam kitab Muwatha’ berikut ini:

Baca Juga :  Ragam Pendapat Ulama tentang Ziarah Kubur

أن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما كان يغتسل يوم الفطر، قبل أن يغدو إلى المصلى.

Bahwasanya Abdullah bin Umar ra. selalu mandi di hari Idulfitri sebelum ia berangkat ke musala.

Aktivitas sahabat tersebut berpedoman pada kesunahan mandi di saat hendak salat Jumat, di mana disunahkan dalam keadaan bersih sebelum berkumpul dengan banyak orang. Demikian pula dengan Idulfitri yang juga dipastikan akan bertemu dengan banyak orang, maka disunahkan mandi terlebih dahulu agar tidak mengganggu kenyamanan orang banyak.

Adapun niat mandi sunah Idulfitri sebagai berikut:

نويت الغسل سنة لعيد الفطر لله تعالى

Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala

Saya niat mandi sunah untuk Idulfitri karena Allah ta’ala.” Sedangkan waktu pelaksanaannya bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam Idulfitri.”

Keempat, berhias. Sebagaimana keterangan Imam Zakariya al Anshari di dalam kitab Fathul Wahhab berikut ini

وسن تزين بأن يتزين بأحسن ثيابه ويتطيب وإزالة نحو ظفر وريح كريه وسواء فيه وفي الغسل الخارج للصلاة وغيره هذا للرجال فيكره لذوات الهيئة الحضور

Disunahkan berhias dengan pakaian terbaik, dan memakai parfum serta menghilangkan semisal kuku dan bau yang tak sedap. Baik di dalamnya atau ketika mandi di luar untuk salat atau lainnya. Ini sunah untuk laki-laki. Tetapi makruh untuk wanita yang memiliki paras cantik.

Bahkan di dalam Shahih al Bukhari, Imam al Bukhari memberikan judul bab pertamanya dengan “bab tentang dua hari raya dan berhias di dalamnya.” Hadis pertama beliau meriwayatkan tentang sahabat Umar bin al Khattab pernah membeli baju baru dan kemudian diberikan kepada Nabi Saw. “Wahai Rasulullah saw. baju ini saya beli di pasar agar Anda memakainya untuk hari raya dan ketika Anda menerima tamu-tamu.” Demikian kata Umar kepada Nabi saw. Tetapi pada saat itu Nabi saw. tidak mau memakai baju yang dibelikan Umar tadi.

Baca Juga :  Khilafiyah Penegakkan Syariat Islam dan Ziarah Kubur

Kelima, makan terlebih dahulu sebelum keluar untuk melaksanakan salat Idulfitri.

Dari Ibnu Baridah dari bapaknya ra ia berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ولا يطعم يوم الأضحى حتى يصلي. رواه أحمد والترمذي وصححه ابن حبان

Rasulullah saw, tidak akan keluar di hari raya fitri sebelum beliau makan, dan beliau tidak akan makan dulu di hari raya Adha sebelum beliau salat (terlebih dahulu). HR. Ahmad dan al Tirmidzi dan dishahihkan oleh Imam Ibn Hibban)

Keenam, jalan kaki menuju masjid. Dari Ali ra. ia berkata:

ومن السنة أن يخرج الى العيد ماشيا

Dan di antara kesunahan adalah keluar menuju salat hari raya dengan berjalan kaki. (HR. Al Tirmidzi dan ia memberi penilaian hasan).

Pada dasarnya, menaiki kendaraan atau berjalan kaki menuju masjid untuk salat hari raya adalah diperbolehkan. Tetapi jika dimungkinkan, maka berjalan kaki adalah lebih utama. Karena sebagai bentuk tawadlu’, untuk memperbanyak langkah (yang dihitung pahala oleh malaikat setiap langkahnya), memperbanyak pahala, dan memperbanyak gerak serta mengatur jalan.

Ketujuh, salat sunah dua rakaat dengan tanpa azan dan iqamat, baik dengan berjamaah atau sendirian. Dan sunah pula bagi orang yang berpergian. Dasarnya adalah hadis Nabi saw. dari Ibn Abbas ra

أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى العيد ركعتين، لم يصل قبلهما ولابعدهما. أخرجه السبعة.

Bahwasanya Nabi saw. salat hari raya dua rakaat, beliau tidak salat sebelumnya dan setelahnya. (HR. Imam Tujuh, al Bukhari, Muslim, Abu Daud, al Tirmidzi, al Nasa’i, Ibn Majah dan Ahmad).

Kedelapan, membaca surah Qaf di rakaat pertama dan surah Iqtarabatis Sa’ah di rakaat kedua. Dari Abi Waqid al laitsi ia berkata:

Baca Juga :  Dialog Dengan Anak Soal Makna Ziarah Makam Orang Saleh

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقرأ في الفطر والأضحى: ق واقتربت

Rasulullah saw. membaca surah Qaf dan Iqatarabat ketika salat Idulfitri dan adha

Kesembilan, khutbah setelah salat hari raya

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبو بكر وعمر يصلون العيدين قبل الخطبة. متفق عليه.

Dari Ibn Umar ra beliau berkata:Rasulullah saw, Abu Bakar dan Umar selalu melaksanakan salat dua hari raya sebelum khutbah. Muttafaqun alaih.

Kesepuluh. Disunahkan bagi para wanita yang mendekati baligh serta wanita yang sedang menstruasi keluar menghadiri pelaksanaan salat Idulfitri.

عن أم عطية قالت أمرنا أن نخرج العواتق والحيض في العيدين يشهدن الخير ودعوة المسلمين، ويعتزل الحيض المصلى. متفق عليه

Dari Ummi Athiyyah berkata: Kami diperintahkan untuk mengeluarkan gadis-gadis yang mendekati baligh dan wanita-wanita haid di dua hari raya, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doanya orang-orang Muslim, dan wanita-wanita haid tersebut agak menjauh dari tempat dilaksanakannya salat.” Muttafaqun ‘alaih.

Kesebelas, mengambil jalan yang berbeda antara pergi ke masjid dan pulang dari masjid. Sebagaimana halnya yang telah diinformasikan dari sahabat Jabir berikut ini

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا كان يوم عيد خالف الطريق

Nabi Saw. ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya). HR. Al Bukhari

Mengambil jalan yang berbeda antara berangkat ke masjid dan pulang dari masjid untuk melaksanakan salat hari raya dimaksudkan untuk membagi kebahagiaan kepada orang-orang lain ketika di jalan dengan senyum dan salam. Selain itu juga untuk syiar Islam, dan sebagai ajang silaturahmi antarkerabat dan yang lainnya. Demikianlah hal hal yang disunahkan di hari raya Idulfitri.

Wa Allahu a’lam bis shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here