BincangSyariah.Com – Sudah jamak diketahui bahwa berpuasa sepanjang tahun merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Hal ini sesuai dengan Hadis Nabi Saw dan penjelasan para ulama. Anjuran tersebut tetap berlaku pada setiap waktu, kecuali pada beberapa hari yang diharamkan, termasuk hari Tasyriq.

Secara urutan tanggal tahun Hijriah, hari Tasyriq bertepatan dengan tanggal 11, 12, 13 Zulhijah, atau tiga hari setelah hari raya Idul Adha. Tercantum dua pendapat ulama yang menjelaskan sebab penamaan hari tersebut dengan hari Tasyriq. Pendapat pertama adalah karena kaum muslim menyembelih hewan kurban bertepatan pada waktu terbit (syuruq)-nya matahari.

Sedangkan pendapat kedua adalah bahwa kaum Muslim menjemur (Tasyriq) daging kurban pada hari ini. Selain disebut dengan hari Tasyriq, tiga hari yang bertepatan dengan 11,12,13 Zulhijjah ini juga sering disebut dengan hari Mina. Sebab, kaum Muslim yang sedang mengerjakan ibadah Haji di Mekah sedang berdiam di Mina pada hari-hari tersebut.

Lantas, kenapa kita diharamkan berpuasa pada hari Tasyriq? Dalam beberapa kitab Hadis tercatat bahwa salah satu sebab keharaman puasa pada hari Tasyriq adalah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim yang berbunyi:

عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ بَعَثَهُ وَأَوْسَ بْنَ الْحَدَثَانِ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ فَنَادَيَا أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إلَّا مُؤْمِنٌ ، وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَمُسْلِم

“Dari Ka’ab bin Malik : bahwa Rasulullah Saw mengutusnya dan Aus bin al-Hadastan pada hari Tasyriq. Maka keduanya menyerukan bahwa tidak akan masuk sorga kecuali orang yang beriman, dan bahwa hari Mina adalah hari makan dan minum. (H.R. Ahmad dan Muslim).”

Hadis ini menjelaskan bahwa pada hari Tasyriq, Nabi Muhammad Saw menyuruh Ka’ab bin Malik dan Aus bin al-Hadstan untuk menyampaikan kepada kaum Muslim bahwa orang yang masuk surga adalah orang yang beriman dan bahwa hari Mina atau hari Tasyriq merupakan hari makan dan minum, karena umat manusia pada hari ini bagaikan tamu yang sedang dijamu oleh Allah Ta’ala. Oleh sebab itu, para ulama mengharamkan berpuasa pada hari-hari tersebut.

Baca Juga :  Adab-Adab Bershalawat pada Nabi Saw

Sejatinya, tidak seluruh ulama yang berpendapat haram berpuasa pada hari Tasyriq ini. Yang mereka sepakati hanyalah pada puasa sunat. Sedangkan dalam puasa wajib, seperti mengqadha puasa Ramadhan, mereka para ulama masih berselisih pendapat tentang hukum kebolehannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here