Alasan Diharamkan Puasa saat Idulfitri

0
2246

BincangSyariah.Com – Saat Idulfitri tiba, semua umat Muslim merayakannya dengan bahagia, baik yang muda maupun tua. Baju baru pun siap dikenakan berikut hidangan opor ayam dan ketupat sayurnya yang jadi santapan. Di hari ini, semua umat Muslim harus makan dan diharamkan berpuasa. Karena terdapat hadis Nabi Saw. yang melarangnya. Abi Sa’id al Khudri ra. berkata:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صيام يومين يوم الفطر ويوم النحر

“Bahwasannya Rasulullah saw. melarang puasa di dua hari, hari (idul) fitri, dan hari kurban.” Muttafaqun ‘Alaih. Di dalam hadis tersebut sangat jelas bahwa Rasulullah saw. tidak memperbolehkan umatnya untuk berpuasa di dalam merayakan hari rayanya. Namun, apa sebenarnya alasan diharamkannya puasa saat hari raya Idulfitri tersebut?

Sebenarnya Idulfitri sendiri berarti hari raya makan. Pengertian ini didasarkan dari hadis Nabi Saw. الفطر يوم يفطر الناس “Hari raya Idulfitri adalah pada hari di mana semua orang makan.” HR. Al Tirmidzi.

Oleh karena itu, pada hari ini semua umat Muslim dilarang puasa baik puasa nazar, kafarat, sunnah maupun qadha’, karena pada hari ini, Allah Swt. menyediakan kepada hamba-Nya waktu untuk merasakan nikmatnya hidangan dan minuman dalam merayakan hari rayanya.

Selain itu, hari raya Idulfitri adalah tanda telah sempurnanya puasa Ramadan. Oleh karena itu, hari ini harus makan, dan tidak boleh ada yang berpuasa. Abi Ubaid Maula ibn Azhar sebagaimana yang telah dikutip oleh Imam al Bukhari berkata:

شهدت العيد مع عمر بن الخطاب رضي الله عنه فقال هذان يومان نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صيامهما: يوم فطركم عن صيامكم واليوم الأخر تأكلون فيه من نسككم

Baca Juga :  Kesunahan Membaca Syahadat Sebelum Wudhu

“Aku menyaksikan hari raya bersama Umar bin al Khattab, beliau berkata: ini adalah dua hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yakni hari berbukanya kalian dari puasa, dan hari lainnya kalian makan di dalamnya dari hewan sembelihan kalian.”

Dan dengan pelarangan puasa dan diwajibkannya makan di hari raya Idulfitri adalah sebagai bentuk manifestasi rasa syukur kepada Allah Swt. Di dalam surah Yunus ayat 58, Allah berfirman: “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” Idulfitri adalah karunia dan rahmat Allah yang harus disambut dengan gembira, dan bersuka cita yang digambarkan dengan makan-makan.

Di dalam Ibanatul Ahkam syarh Bulughil Maram, karya Hasan Sulaiman an Nuri dan Alawi Abbas al-Maliki ketika mensyarah hadis tentang pelarangan puasa di hari raya memberikan penjelasan

وحكمة النهي صوم يومي العيدين أن فيه إعراضا عن ضيافة الله تعالى

Dan hikmah pelarangan puasa di dua hari raya adalah agar tidak menolak adanya tamu Allah Swt.

Jadi, hari raya Idulfitri adalah ibarat tamu Allah Swt. yang harus disambut dengan gembira. Oleh karena itu, tamu-tamu yang datang untuk bersilaturrahim kepada kita pun harus disambut dengan hidangan karena mereka pun juga tamu Allah.

Begitupun sebaliknya, ketika kita bersilaturrahim pada hari raya juga hendaknya menyenangkan tuan rumah dengan menyantap hidangan yang telah disediakan. Oleh karena itu kita dilarang berpuasa pada hari raya makan bagi seluruh muslim sedunia ini. Wa Allahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here