Agar Nikmat Bertambah, Ini Tiga Cara Bersyukur Ajaran Ulama

2
9302

BincangSyariah.Com – Allah Swt. ialah Zat yang telah memberikan karunia dan kenikmatan kepada kita tanpa adanya batasan dan pengecualian, yakni siapa pun orangnya, bagaimanapun keadaannya, di mana pun ia bertempat, selagi masih hidup.

Namun kenikmatan yang Dia berikan tidak akan bertahan melainkan Ia akan mencabutnya, kecuali dengan rasa syukur terhadapNya atas nikmat yang telah diberikan kepada kita. Sebagaimana difirmankan olehNya:

لئن شكرتم لأزيدنكم

“Sesungguhnya jika engkau bersyukur, niscaya Aku akan menambah (kenikmatan) kepadamu” (Q.S. Ibrahim : 7).

Dengan ayat tersebut telah jelas, jika kenikmatan ingin bertambah maka harus disyukuri meskipun sedikit.
Untaian hikmah dalam al-Hikam juga menjelaskan demikian:

من لم يشكر النعم فقد تعرض لزوالها ومن شكرها فقد قيدها بعقالها

“Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk menghilangkan nikmat itu, dan barangsiapa yang bersyukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kukuh.”

Kalam hikmah yang dipaparkan oleh Imam Ibnu Athaillah juga menganjurkan agar kita senantiasa mensyukuri nikmat, karena dengan mensyukurinya berarti kita telah mengikat kenikmatan tersebut dalam diri kita dengan ikatan yang kukuh, sehingga tidak akan lepas. Sebaliknya, jika kita kufur atas nikmat yang telah kita terima, jangan harap kenikmatan akan bertambah, melainkan akan kehilangannya dan diberi azab yang amat dahsyat oleh Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya:

ولئن كفرتم ان عذابي لشديد

“…Tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azabKu sangat berat” (Q.S. Ibrahim: 7).

Lalu bagaimana caranya, agar kita tergolong orang-orang yang bersyukur?
Ada tiga cara yang dapat kita lakukan untuk bersyukur.

Pertama, dengan hati, yaitu dengan memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu kenikmatan yang diterimanya merupakan karuniaNya, meskipun pada praktiknya, kenikmatan tersebut diperoleh melalui lantaran makhlukNya. Sebagaimana firmanNya:

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 10 Tentang Penyebab Manusia Tidak Bersyukur

وما بكم من نعمة فمن الله

“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah” (Q.S. An-Nahl: 53).

Kedua, bersyukur dengan lisan, merupakan cara bersyukur yang sering kita lakukan, karena bersyukur dengan cara ini merupakan praktik bersyukur yang terbilang mudah dan simpel. Bersyukur dengan lisan dapat dilakukan dengan memuji nama Allah dengan memperbanyak sebutan hamdallah, dan bisa juga dengan cara tahdus bi-nikmah yaitu menceritakan kenikmatan yang telah diperoleh kepada orang lain, tapi dengan catatan bukan bertujuan untuk pamer, hal tersebut dianjurkan sebagaimana perintahNya:

واما بنعمة ربك فحدث

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)” (Q.S. Ad-Duha: 11).

Ketiga, bersyukur dengan seluruh anggota badan, yaitu menggunakan anggota badan kita untuk hal-hal yang positif, seperti menggunakan matanya untuk melihat sesuatu yang baik, melangkahkan kaki kita untuk menuju masjid , tempat ngaji , dan lain sebagainya.

Mudah-mudahan kita tergolong orang-orang yang bersyukur dan senantiasa mendapatkan limpahan karuniaNya. Amin.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here