Agar Makanan Menjadi Bekal Ibadah yang Optimal, Ini Tips Imam al-Ghazali

0
1049

BincangSyariah.Com – Dalam syariat Islam, makan bukan hanya dijadikan sebagai rutinitas untuk mendapatkan tenaga dan kesehatan, namun juga merupakan bentuk ibadah karena menjadi penunjang keberhasilan ibadah lainnya. Kita tentu tidak akan cukup kuat untuk melaksanakan salat, puasa, haji dan lainnya jika kita tidak mendapatkan suplai makanan yang cukup.

Meski demikian, nyatanya tidak semua makanan yang kita makan bisa optimal termanfaatkan sebagai bekal ibadah. Seringkali kita terlalu rakus dalam makan dan minum namun hanya menjadi energi negatif yang sia-sia dan tidak menerbitkan gairah kita dalam melaksanakan ibadah.

Dikutip dari kitab Ihya Ulumuddin (j. 2 h. 3) Imam Al-Ghazali memberikan tips kepada kita bagaimana caranya agar makanan yang masuk ke dalam tubuh kita benar-benar optimal termanfaatkan sebagai bekal ibadah.

Pastikan Kehalalan dan Kebersihan Makanan

Tips pertama adalah memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi benar-benar merupakan jenis makanan yang halal, bersih dan juga menyehatkan. Hal ini menyesuaikan ayat Allah yang memerintahkan kepada kkita untuk memakan makanan yang thayyib.

Kata thayyib dalam ayat tersebut bermakna bahwa makanan tersebut berasal dari jenis yang halal, bersih dan juga menyehatkan bagi tubuh. Bisa jadi suatu jenis makanan itu baik bagi seseorang namun tidak baik bagi yang lain. Contohnya ialah seseorang yang berat badannya dibawah ideal tentu lebih membutuhkan banyak konsumsi daging merah ketimbang orang lain yang memiliki berat badan diatas ideal. Pakar gizi tentu lebih memahami persoalan ini.

Kehalalan juga dilihat dari sisi bagaimana makanan tersebut didapatkan. Jika suatu makanan didapatkan dari jalan yang batil seperti hasil mencuri, korupsi, dan lain sebagainya, tentu saja akan menjadikan makanan tersebut tidak akan memberikan keberkahan kepada yang mengkonsumsinya.

Baca Juga :  Penyebab dan Tata-Cara Sujud Sahwi

Menjaga Kebersihan diri Sebelum Makan dengan Bersuci

Cuci tangan sebelum makan adalah hal yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam untuk memastikan kebersihan makanan kita. Dalam suatu kesempatan bahkan Rasulullah SAW pernah menganjurkan untuk berwudlu sebelum makan. Imam al-Ghazali berpendapat bahwa agar kualitas makan kita terhitung benar-benar sebagai ibadah, maka disunnahkan untuk berwudlu dulu sebelum makan.

Selain itu juga Imam al-Ghazali memandang makruh bagi orang yang sedang junub untuk makan dan minum sebelum mereka mandi besar terlebih dahulu.

Posisi Duduk Ideal Ketika Makan dan Minum

Rasulullah mengajarkan kepada kita posisi paling ideal ketika makan dan minum ialah dengan duduk, bukan berbaring apalagi berdiri. Dengan posisi duduk ini makanan dan minuman akan tercerna dengan baik dalam perut kita.

Ridlo dengan Makanan yang Tersaji

Salah satu tatakrama terbaik dalam makan ialah kita ridlo dengan makanan yang tersaji di hadapan kita. Cara agar kita ridlo dengan makanan ialah jangan terlalu sering makan agar ketika kita makan, kita akan dengan antusias menikmati makanan tersebut. Sebagaimana pepatah yang mengatakan bahwa lauk terenak adalah rasa lapar.

Selain itu, Rasulullah juga sangat membenci orang-orang yang mencela makanan dengan berkomentar keasinan, kepedasan atau lainnya. Rasulullah menganjurkan agar memakanan makanan yang kita sukai dan meninggalkan makanan yang tidak kita sukai tanpa berkomentar terhadap makanan tersebut.

Berdoa

Tips terakhir ialah dengan membaca basmalah dan berdoa sebelum makan.

Demikianlah tips-tips yang diberikan oleh Imam al-Ghazali agar makanan yang kita makan benar-benar optimal keberkahannya sehingga efektif dalam meningkatkan gairah beribadah kita.A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here