Agar Khusyuk, Bolehkah Mengeraskan Suara Waktu Shalat Zuhur dan Ashar?

0
3670

BincangSyariah.Com – Shalat Zuhur dan Ashar merupakan dua shalat sirriyah atau shalat yang suara bacaannya tidak terdengar kecuali oleh dirinya sendiri berbeda dengan shalat subuh, maghrib dan isya yang termasuk shalat jahriyah atau shalat yang dilaksanakan dengan suara keras, atau minimal terdengar oleh makmumnya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Syarh Mukhtashar Khalil karangan al-Khurasyi bahwa dalam shalat sirriyah minimal lisan harus bergerak saat membaca bacaan-bacaan shalat, sebab jika tidak menggerakkan lisan maka shalatnya dianggap tidak sah. Sedangkan dalam shalat jahriyah,minimal bacaan shalat terdengar oleh diri sendiri.

Adapun mengeraskan suara saat shalat jahriyah dan mengecilkannya saat shalat sirriyah, jelas al-Khurasyi, hukumnya sunah. Karena itu jika melakukan yang sebaliknya, seperti bersuara keras ketika shalat sirriyah dengan tujuan agar shalat lebih khusuk, maka shalat tetap dianggap sah akan tetapi hal tersebut menyalahi sunah shalat yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Adapun Syaikh Ibnu Baaz dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan bahwa terkadang dalam shalat ada saat ketika setan mengganggu dan mengurangi kekhusyukan shalat dan menyebabkan lupa bilangan shalat.

Sedangkan dalam shalat, umat Islam dianjurkan untuk menghadirkan hati dan berusaha mengkhusyukkan diri di dalamnya.Sebagaimana Allah Swt berfirman

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

 “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya” (QS. Al-Muminun: 1-2).

Maka dalam keadaan demikian, jelas Syeikh Ibn Baaz, diperbolehkan untuk mengeraskan suara dalam shalat sirriyah, paling tidak di mana ia bisa mendengarkan suaranya sendiri.

Adapun jika mengeraskan suara hingga orang-orang sekitarnya mendengar, hal tersebut bertolak belakang dengan sunah Rasul. Bisa jadi itu juga termasuk tipu muslihat setan agar umat Islam tidak mengikuti sunah beliau.

Menurut Syeikh Ibn Baaz hendaknya orang yang shalat tetap berpijak dengan apa yang diajarkan Rasulullah dengan mengikuti tata cara shalat seperti yang diajarkan, yaitu bersuara lirih saat shalat sirriyah dan bersuara keras saat shalat jahriyah. Begitu pula dalam rangka menghadirkan khusyuk dalam shalat, maka dibolehkan mengeraskan suara sekiranya hanya terdengar oleh dirinya sendiri, agar tidak bertentangan sunah Nabi Muhammad.

Wallahu’alam.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here