Agar Hijrah Tetap Istiqamah Menurut Quraish Shihab

0
710

BincangSyariah.Com – Manusia hidup dituntut untuk selalu maju. Berdasarkan hal ini, menurut Prof. Dr. H. Muhammad Quraish Syihab, hidup itu sendiri merupakan perjalanan hijrah seorang manusia.

Sebagaimana diketahui hijrah dari segi bahasa adalah meninggalkan sesuatu yang buruk menuju yang baik. Jika dimaknai lebih luas lagi, hijrah bisa berarti meninggalkan yang baik menuju hal yang lebih baik. Prinsip inilah yang harus dihayati oleh setiap manusia.

Akhir-akhir ini hijrah menjadi topic yang banyak dibicarakan masyarakat, dimana hijrah biasanya ditandai dengan perubahan penampilan seseorang. Padahal hijrah tidak harus selalu dikaitkan dan diidentikkan dengan penampilan. Karena itu jika pakaian yang dikenakan telah sesuai dengan kriteria islami maka tidak perlu merubah penampilan.

“Pakaian yang islami adalah pakaian yang menutup aurat. Selama pakaian yang dikenakan sudah benar dan islami menurut islam maka tidak perlu lagi diganti,” ujar guru besar Tafsir Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut dalam acara Talk Show Shihab&Shihab belum lama ini.

Hal ini karena menurutnya, pakaian punya kaitan dengan budaya masyarakat. Sehingga apa yang dianggap baik di Indonesia belum tentu dianggap baik di Saudi Arabia, Eropa dan lain-lainnya.

Selain itu, agar Istiqamah, hijrah sebaiknya dilakukan secara perlahan dan bertahap. Proses hijrah itu sendiri memerlukan perjuangan dan instropeksi diri. Sebab, mengubah perilaku dan kebiasaan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Hijrah itu tidak lantas saat ini hijrah semua langsung berubah, sebab hijrah itu butuh perjuangan dan introspeksi diri. Harus secara bertahap, Itu sebabnya Islam dulu diterima dan masih bertahan selama ini,” Jelas pengarang Tafsir al-Misbah tersebut.

Rasulullah pun mengajarkan umatnya berislam secara bertahap. Sebagaimana pertama kali ada pengharaman minuman keras pun ada tahapan. Berdasarkan ini, ada ulama yang berpendapat bagi orang yang baru masuk islam yang punya kebiasaan meminum minuman keras tidak harus berhenti secara langsung, sikap bertahap itu masih bisa berlanjut sampai sekarang. Tapi ada pula sebagian ulama yang berpendapat tidak boleh dan harus berhenti minum jika telah masuk Islam. Wallahu’alam.

Baca Juga :  Apakah Status Seseorang yang Bunuh Diri Otomatis Menjadi Musyrik?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here