Anjuran Mengumandangkan Adzan pada Telinga Orang yang Sedang Sedih

1
1734

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika seseorang sedang dalam keadaan sedih, maka dia dianjurkan untuk memperbanyak mengingat Allah dengan cara berzikir, membaca Al-Quran, melaksanakan shalat dan lain sebagainya. Namun demikian, ada sebagian orang yang minta diadzani ketika sedang dalam keadaan sedih. Adakah anjuran mengumandangkan adzan pada orang yang sedang dalam keadaan sedih? (Baca: Inilah Arti Mimpi Adzan dan Iqamah Menurut Islam)

Mengumandangkan adzan pada telinga orang yang sedang dalam keadaan sedih hukumnya adalah sunnah. Menurut ulama Syafiiyah, adzan tidak hanya dianjurkan ketika masuk waktu shalat wajib saja, namun juga dianjurkan untuk selain shalat, seperti ketika terjadi kebabakaran, untuk orang yang sedang dalam keadaan sedih, dan lainnya.

Di antara keberkahan adzan adalah dapat menghilangkan kesedihan. Oleh karena itu, ketika ada seseorang yang sedang dalam keadaan sedih, maka dianjurkan agar dikumadangkan adzan pada telinganya agar kesedihannya bisa segera hilang. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

شرع الأذان أصلا للإعلام بالصلاة إلا أنه قد يسن الأذان لغير الصلاة تبركا واستئناسا أو إزالة لهم طارئ والذين توسعوا في ذكر ذلك هم فقهاء الشافعية فقالوا : يسن الأذان في أذن المولود حين يولد ، وفي أذن المهموم فإنه يزيل الهم….

Pada dasarnya, adzan disyariatkan untuk memberitahu masuknya waktu shalat, akan tetapi terkadang adzan disunnahkan untuk selain shalat karena untuk mengambil berkah dan untuk menghilangkan kesusahan yang datang. Ulama yang banyak membahas hal itu adalah ulama Syafiiyah. Mereka berkata, ‘Adzan disunnahkan untuk dikumandangkan pada telinga bayi yang baru lahir, pada telinga orang kesusahan agar kesusahannya hilang..

Bahkan dalam kitab Hasyiah Raddul Mukhtar disebutkan bahwa ketika seseorang dalam keadaan sedih, maka dianjurkan baginya untuk menyuruh orang lain agar mengumandangkan adzan pada telinganya. Hal ini karena adzan dapat menghilangkan kesedihan yang menimpa dirinya. Ini sebagaimana disebutkan sebagai berikut;

Baca Juga :  Kenapa Salat Id dilaksanakan tanpa Adzan dan Iqamat?

يسن للمهموم أن يأمر غيره أن يؤذن في أذنه فإنه يزيل الهم، كذا عن عليّ رضي الله عنه

Disunnahkan bagi orang yang sedang dalam keadaan sedih untuk meminta orang lain agar mengumandangkan adzan pada telinganya, karena hal itu dapat menghilangkan kesedihannya. Ini sebagaimana diriwayatkan dari Sayidina Ali.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here