Adakah Wirid yang Harus Diistiqamahkan agar Jadi Ahli Ibadah?

2
1438

BincangSyariah.Com – Tidak ada ibadah yang lebih utama bagi lidah setelah membaca Al-Quran selain dzikrullah (mengingat Allah dengan zikir) dan menyampaikan segala kebutuhannya melalui doa yang tulus kepada-Nya.

Tapi, seorang ahli ibadah bukanlah yang meninggalkan aktifitas duniawi karena sibuk beribadah. Ibnu Qudamah al-Muqaddasi mengatakan dalam Minhajul Qashidin, ahli Ibadah adalah orang yang menekuni diri dari segala macam kesibukan duniawi hanya untuk beribadah.

Karena itu, keadaan para ahli ibadah berbeda-beda. Di antara mereka ada yang lebih banyak membaca Al-Quran, hingga dalam satu hari mereka bisa khatam atau bahkan sampai dua kali. Yang lain ada yang lebih banyak bertasbih, dan yang lain ada yang lebih banyak mendirikan shalat.

Jika ada yang bertanya, “Manakah yang lebih utama di antara wirid-wirid ini dan yang sebaiknya lebih banyak dilakukan?”

Ketahuilah bahwa membaca dan menghafalkan al-Quran pada waktu shalat dilakukan sambil berdiri dan menyimak, sehingga semua bisa mencakup semuanya. Tapi ini mungkin berat dilakukan secara istiqamah. Yang paling utama adalah melihat kondisi masing-masing orang.

Karena maksud dari wirid-wirid itu adalah mensucikan hati, maka hendaklah seseorang melihat mana yang lebih mantab baginya dan mana yang sekiranya dapat ia kerjakan secara istiqamah. Jika dia merasa bosan, maka dia bisa beralih ke jenis yang lain.

Abu Salman ad-Darani berkata, “Jika hatimu merasa mantab saat berdiri maka jangan buru-buru ruku’, dan jika hatimu merasa mantab ruku’ maka jangan buru-buru berdiri.”

Jadi yang terpenting adalah menyesuaikan zikir dengan kondisi hati dan jiwa masing-masing individu. Tidak ada zikir yang tertentu, tapi ketika berzikir pastikan hati juga ikut meresapinya.

Baca Juga :  Bolehkah Menutup Doa dengan Membaca Surah Alfatihah?

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here