Adakah Ukuran Sajadah yang Sunnah Dipakai Shalat?

0
55

BincangSyariah.Com – Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak ukuran sajadah yang digunakan oleh kaum muslimin saat melaksanakan shalat. Ada ukuran kecil khusus untuk sujud saja, ada yang lebar dan panjang sehingga bisa ditempati duduk, dan lain sebagainya. Sebenarnya berapa ukuran sajadah untuk dipakai shalat? (Baca: Sahkah Salat di Atas Sajadah yang Dihampar di Tempat Najis?)

Pada dasarnya, tidak ada ukuran khusus mengenai ukuran sajadah untuk dipakai shalat. Hanya saja, jika melihat keterangan para ulama ketika menjelaskan ukuran jarak mushalli dengan sutrahnya, maka dapat diketahui bahwa ukuran minimal panjang sajadah adalah tiga zira’.

Jika distandarisasi dengan ukuran sekarang, satu zira’ sama dengan ukuran 48 cm. Sehingga ukuran panjang sajadah untuk shalat adalah kira-kira 1.4 m.

Hal ini karena menurut ulama Hanafiyah, Syafiiyah, dan Hanabilah, ukuran jarak antara mushalli dan sutrahnya adalah tiga zira’. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

مَوْقِفُ الْمُصَلِّي مِنَ السُّتْرَةِ: يُسَنُّ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ إِلَى سُتْرَةٍ أَنْ يَقْرَبَ مِنْهَا نَحْوَ ثَلاَثَةِ أَذْرُعٍ مِنْ قَدَمَيْهِ وَلاَ يَزِيدُ عَلَى ذَلِكَ لِحَدِيثِ سَهْل بْنِ أَبِي حَثْمَةَ مَرْفُوعًا: إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى سُتْرَةٍ فَلْيَدْنُ مِنْهَا، لاَ يَقْطَعُ الشَّيْطَانُ عَلَيْهِ صَلاَتَهُ وَعَنْ سَهْل بْنِ سَعْدٍ قَال: كَانَ بَيْنَ مُصَلَّى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ الْجِدَارِ مَمَرُّ الشَّاةِ وَوَرَدَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْكَعْبَةِ وَبَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِدَارِثَلاَثَةُ أَذْرُعٍ.. وَهَذَا عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ

Artinya:

Tempat orang yang shalat dengan sutrahnya. Disunnahkan bagi orang yang hendak shalat menghadap sutrah untuk mendekat dengan sutrahnya kira-kira seukuran tiga zira’ dari kakinya dan tidak boleh lebih dari itu. Hal ini karena berdasarkan hadis Sahl bin Abi Khaitsamah secara marfu’; Jika kalian shalat pada sutrah, hendaklah kalian mendekat darinya sehingga setan tidak bisa memutus shalatnya.

Dari Sahl bin Sa’ad, dia berkata; Jarak antara tempat shalat Rasulullah Saw dan dinding adalah tempat jalannya kambing. Juga ada hadis bahwa Nabi Saw pernah shalat di dalam Ka’bah, antara beliau dan tiang adalah tiga zira’. Ini menurut ulama Hanafiyah, Syafiiyah dan Hanabilah.

Adapun mengenai ukuran lebarnya, maka sekiranya cukup ditempati untuk berdiri, sujud, dan duduk. Hendaknya ukuran sajadah jangan terlalu lebar agar tidak mengganggu orang lain ketika shalat di masjid dengan memakai sajadah tersebut. Dalam kitab Al-Madkhal, Ibnu Al-Hajj berkata sebagai berikut;

Baca Juga :  Hukum Zakat yang Salah Sasaran

ليس للإنسان في المسجد إلا موضع قيامه وسجوده وجلوسه وما زاد على ذلك فلسائر المسلمين

Tidak ada bagi seseorang di dalam masjid kecuali tempat untuk berdiri, sujud dan duduk, untuk selebihnya adalah milik para muslimin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here