Adakah Salat Sunnah Qabliyah Maghrib?

0
1170

BincangSyariah.Com – Salah satu salat yang disunnahkan bagi umat Muslim adalah salat sunnah rawatib. Salat sunnah yang dilakukan mengiringi pelaksanaan salat fardu. Dinamakan salat sunnah qabliyah jika pelaksanaannya sebelum salat fardu, dan dinamakan salat sunnah bakdiyyah jika dilaksanakan setelah salat fardu.

Imam Abu Syuja’ menjelaskan di dalam kitab taqrib bahwa salat sunnah rawatib tersebut ada tujuh belas rakaat

والسنن التابعة للفرائض سبعة عشر ركعة ركعتا الفجر وأربع قبل الظهر وركعتان بعده وأربع قبل العصر وركعتان بعد المغرب وثلاث بعد العشاء يوتر بواحدة منهن

Salat-salat sunnah yang mengikuti salat fardu itu ada tujuh belas rakaat. Empat rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat setelah dhuhur, empat rakaat sebelum asar, dua rakaat setelah maghrib dan tiga rakaat setelah isya’dengan satu rakaat salat witir.
Sedangkan menurut Ibnu Umar ra. salat sunnah rawatib yang paling sering dilakukan oleh Nabi Saw. adalah berjumlah sepuluh rakaat.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: حَفِظْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ وَكَانَتْ سَاعَةً لاَ يُدْخَلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا.

“Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: “Saya hafal sepuluh rakaat dari Nabi Saw., yaitu dua rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat setelah dhuhur, dua rakaat setelah maghrib di dalam rumahnya, dua rakaat setelah isya’ di dalam rumahnya dan dua rakaat sebelum subuh. Itulah waktu aku tidak bertamu kepada Nabi Saw.” (HR. Al-Bukhari).

Berdasarkan keterangan di atas, salat sunnah qabliyyah maghrib tidaklah termasuk dalam jajaran salat sunnah rawatib. Lalu apakah memang sebelum salat maghrib itu tidak disunnahkan untuk salat sunnah qabliyyah?

Baca Juga :  Kapan Waktu yang Tepat untuk Salat Rawatib?

Di dalam kitab Sahih Al-Bukhari terdapat suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Al Muzanni

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلُّوْا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً

Dari Nabi Saw., beliau bersabda: “Salatlah sebelum salat maghrib.” Beliau bersabda pada sabda yang ketiga kalinya: “Bagi siapa yang mau.” karena beliau tidak mau orang-orang menganggapnya sunnah.

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam kitab Fathul Bari mengutip pendapatnya imam Al Muhib Al Thabari yang mengatakan: “Salat qabliyyah maghrib tersebut bukan berarti tidak berhukum sunnah, karena tidak mungkin beliau memerintahkan untuk melakukannya tetapi tidak disunnahkan.

Bahkan hadis ini adalah dalil yang kuat tentang kesunnahan salat qabliyyah maghrib. Adapun kata “sunnah” (diakhir) hadis tersebut berarti syariat harus dilakukan (oleh umat Muslim). Sehingga seakan-akan salat qabliyyah maghrib itu berada di dalam derajat yang paling rendah diantara salat sunnah rawatib lainnya.

Oleh karena itu, ulama madzhab Syafii tidak memasukkannya di dalam jajaran salat sunnah rawatib, selain itu salat qabliyyah maghrib juga bukan termasuk salat rawatib yang selalu dijalankan oleh Nabi Saw.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa salat qabliyyah maghrib adalah berhukum sunnah. Namun bukan termasuk salat yang sering dijalankan oleh Nabi Saw.

Adapun sahabat Nabi Saw. yang sering salat sunnah qabliyyah maghrib pada zaman Nabi Saw. adalah Uqbah bin Amir Al Juhani. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Martsad bin Abdillah Al Yazani

أَتَيْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ فَقُلْتُ أَلَا أُعْجِبُكَ مِنْ أَبِي تَمِيمٍ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَقَالَ عُقْبَةُ إِنَّا كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ فَمَا يَمْنَعُكَ الْآنَ قَالَ الشُّغْلُ

Baca Juga :  Masih Bolehkah Salat Sunah Setelah Witir?

Aku mendatangi Uqbah bin Amir Al Juhani, lalu aku bekata: “Sungguh aku kagum denganmu dari Bani Tamim yang selalu salat dua rakaat sebelum salat maghrib.” Kemudian ia menjawab: “Sungguh aku dahulu selalu melakukannya pada masa Rasulullah Saw.” Aku bertanya: “Lalu mengapa engkau meninggalkannya sekarang?”. “(Sekarang aku) sibuk”. Jawabnya. (HR. Al Bukhari).

Jawaban Uqbah yang tidak melakukan salat sunnah qabliyyah maghrib bukan berarti salat tersebut tidak berhukum sunnah setelah itu, melainkan karena ia sibuk sehingga tidak sempat melaksanakannya lagi. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.