Adakah Batas Akhir Diperbolehkan Salat Gaib?

0
3593

BincangSyariah.Com – Salat gaib adalah salat jenazah yang dilakukan setelah mayat sudah dikuburkan atau dilakukan dari jarak yang jauh dari tempat mayat. Dalam Islam, salat gaib diperbolehkan terutama bagi seseorang yang tidak bisa melakukan salat jenazah sebelum mayat dikuburkan atau tidak bisa hadir menyaksikan mayat baik karena jauh atau lainnya. Namun adakah batas akhir diperbolehkan salat gaib?

Terdapat perbedaan di kalangan ulama terkait batas akhir diperbolehkan salat gaib. Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu menghimpun enam pendapat ulama terkait batas akhir diperbolehkannya salat gaib.

Pertama, menurut Imam Abu Hanifah dan ulama Khurasan, batas akhir diperbolehkan salat gaib hanya tiga hari sejak mayat dikuburkan. Jika sudah lebih tiga hari, maka tidak boleh melakukan salat gaib atas mayat tersebut.

Kedua, menurut Imam Ahmad, salat gaib diperbolehkan hingga sebulan sejak mayat dikuburkan. Jika lebih sebulan, maka tidak boleh melakukan salat gaib atasnya.

Ketiga, salat gaib diperbolehkan hingga diperkirakan jasad mayat rusak. Hal ini karena jika jasad sudah rusak, maka tidak ada alasan untuk menyalatinya.

Keempat, orang yang wajib menyalati mayat saat kematiannya diperbolehkan salat gaib tanpa ada batasan waktu. Batas akhirnya adalah hingga dia melakukan salat gaib. Misalnya, mayat berwasiat agar disalati oleh guru A, namun pada saat kematiannya guru A tidak bisa menyalatinya, maka guru A boleh melakukan salat gaib sampai kapan pun hingga dia melakukannya.

Kelima, orang yang berhak menyalati mayat saat kematiannya. Maka dia boleh melakukan salat gaib atas mayat hingga dia melakukannya.

Keenam, mayat boleh disalati selamanya. Hal ini karena tujuan utama salat jenazah adalah mendoakan mayat dan berdoa diperbolehkan setiap waktu.

Baca Juga :  Salat Jenazah dengan Lima Takbir, Batalkah?

Dari keenam pendapat tersebut, yang paling sahih menurut Imam Mawardi, Imam Haramain dan Aljurjani adalah pendapat ketiga. Dengan demikian, selama jasad mayat diperkirakan belum rusak, maka diperbolehkan salat gaib atasnya. Sebaliknya, jika diperkirakan sudah rusak, maka sudah tidak perlu lagi salat gaib atasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here