Adab Menyambut Kelahiran Anak dalam Islam

2
2780

BincangSyariah.Com –Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah yang diberikan allah kepada segenap keluarga. Menyambut kelahirannya adalah momen haru yang mempertemukan rasa bahagia dan cemas menjadi satu kesatuan. Karena itu berbagai persiapan banyak dilakukan oleh segenap keluarga, mulai dari persiapan popok bayi hingga persiapan nama. Islam mengatur berbagai adab dalam menyambut kelahiran sang anak dengan baik, sehingga tidak membingungkan pasangan baru yang sudah siap menyambut kelahiran sang buah hati.

Adapun adab pertama kali dalam menyambut anak yang baru dilahirkan adalah  mendoakannya. Doa untuk memohonkan keberkahan dan kebaikan untuk anak dan orang tuanya.  Adapun lafadz doa tersebut adaah sebagai berikut:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ , وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَبَلَغَ أَشُدَّهُ , وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Sang Pemberi (Allah), semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya si anak.”

Selanjutnya adalah mengazani di telinga kanan dan Iqamah di telinga kiri. Pemberian adzan dan iqamah baru lahir ini salah satu tujuannya agar kalimat yang pertama kali didengar sang bayi adalah kalimat thayyibah dan dijauhkan dari segala gangguan setan yang terkutuk.

Menahnik bayi dengan kurma dan mendoakan keberkahan atasnya juga dianjurkan oleh Rasulullah. Tahnik adalah memasukkan kunyahan/lumatan buah kurma ke dalam mulut bayi yang baru lahir dan menggosokkannya dengan lembut di langit-langit mulut bayi sampai seluruh bagian dari mulut bayi tersebut terolesi dengan sari buah kurma. kurma adalah penghasil glukosa yang sangat baik dan bagus untuk kesehatan bayi. Mentahnik bayi dengan kurma dapat memperkuat otot-otot mulut bayi sehingga bayi akan kuat menyusu pada ibunya. Dan ketika bayi kuat menyusu, maka insya Allah ASI akan menjadi lancar dan berlimpah.

Baca Juga :  Pentingnya Masjid Ramah Difabel

Selanjutnya adalah memberi nama yang baik untuk sang anak. Nama adalah sebuah cirri atau tanda. Maksudnya adalah anak yang diberi anma dapat mengenal dirinya dikenal orang lain. Nama adalah doa, karena hakikat nama kepada anak adalah agar ia dikenal dan memuliakannya. Islam menganjurkan agar tidak salah dalam memberikan nama pada anak-anaknya. Karena sedikit banyak nama tersbeut akan memperngaruhi kehidupan sang anak.

Terakhir adalah aqiqah dan mencukur rambutnya. Sebuah sunnah yang menjadi adat bagi sebagian daerah di nusantara. Kenapa harus dicukur rambutnya? dalam kitab Al Istizkar disebutkan oleh Ibn Abdil Bar bahwa maksud hal tersebut adalah membang kotoran dari bayi. Penyukuran rambut sang anak dilakukan setelah pelaksanaan aqiqah. Hal tersebut berdasarkan hadis dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُسَمَّى وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ

Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur kepalanya

2 KOMENTAR

  1. Hukum mengazani di telinga kanan dan Iqamah di telinga kiri landasannya apa? Kalau sekedar sbg kalimat thayibbah dan menjauhkan dari gangguan syaithan, mengucapkan ta’awaudz juga bisa atau baca surat an-naas dan al-falaq.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here