Adab Melakukan Takziyah Menurut Sayid Muhammad

0
229

BincangSyariah.Com – Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk selalu melakukan kebaikan. Dan kebaikan tak terbatas pada seorang muslim yang masih hidup, tetapi juga pada seorang yang sudah meninggal sekalipun. Karenanya, jadi semakin jelas bahwa kebaikan itu memang dibangun di atas agama.

Saat saudara kita sedang ditimpa musibah kematian, Islam menganjurkan untuk melayatnya. Ini merupakan salah satu bentuk kebaikan yang dibangun melalui rasa empati dan simpati yang mendalam. Melayat kepada orang yang tertimpa musibah kematian itu sangat dianjurkan dalam Islam yang disebut dengan takziyah.

Ulama sepakat bahwa takziyah hukumnya sunnah. Bahkan merupakan sesuatu yang sangat terpuji. Tidak ada lain, dalam melakukan takziyah hal yang paling utama adalah mendoakan mayat dan keluarga yang ditinggalkan.

Seiring dengan itu semua, ada beberapa adab yang harus diperhatikan dalam takziyah sebagaimana disebutkan oleh Sayyid Muhammad di dalam kitab akhlak at-Tahliyatu wat Targhib fit Tarbiyati wat Tahdzib, hal. 51

ومن محاسن الأداب تعزية أهل الميت بأن تحملهم على الصبر وتذكرما يخفف الحزن ويهون المصيبة گأن تقول لبعض إخوانك: أيها الأخ إن نوائب الدهر لاتدفع إلاّ بعزائم الصبر فاجعل بين هذه اللوعة الغالية والدمعة الساكبة حا جبا من فضلك وحاجزا من عقلك ودافعا من دينك ومانعا من يقينك، فإن القضاء نازل والموت حكم شامل فإن لم تلذ فقداعترضت على مالك الأمر

Dan termasuk dari adab bertakziyah kepada keluarga mayat adalah membimbing mereka (membawa) dengan kesabaran, dan mengingatkan mereka dengan sesuatu yang bisa meringankan kesusahan atau beban pikiran serta berupaya memudahkan mereka dari musibah yang menimpanya. Seperti dengan mengatakan kepada sebagian keluarganya (saudaramu): Wahai saudara, sesungguhnya pergantian waktu atau masa itu memang tak bisa ditolak kecuali dengan kuatnya sebuah kesabaran, maka jadikanlah diantara duka yang biasa ini dan air mata yang berlinang sebagai penutup dari jauhnya keutamaanmu dan penjegah dari hilangnya akalnmu, serta penjegah rusaknya agamamu. Karena sesungguhnya ini ketentuan dari Allah yang turun dan kematian itu adalah hukum pasti dan semua orang akan mengalaminya. Maka jika engkau tidak senang dengan kesabaran maka sungguh engkau telah menentang dzat yang maha menguasai segala perkara di dunia ini (Allah).

Baca Juga :  Tata Cara Salat Jenazah Lengkap

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwasanya etika bertakziyah kepada keluarga mayat adalah sesuatu yang harus jadi perhatian betul. Kita tidak boleh berkata yang bisa menyinggung perasaan keluarga mayat di tengah-tengah duka yang menimpanya. Justru kita dianjurkan untuk menguatkan keluarga mayat dari kesabaran.

Wallahu a’lam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here