Adab Berdoa Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

0
3483

BincangSyariah.Com – Berdoa adalah suatu kegiatan religius yang selalu kita lakuan setiap saat, khususnya pada saat dimana kita membutuhkan pertolongan dan bimbingan-Nya. Jika ibadah digambarkan ke dalam struktur tubuh manusia, maka doa merupakan bagian otaknya ibadah. Selain merupakan part yang penting dalam kehidupan manusia, doa juga merupakan satu hal yang paling mulia di sisi Allah. Rasulullah bersabda dalam hadisnya:

ليس شيئ اكرم على الله من الدعاء

Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah kecuali doa (HR Tirmidzi)

Jika untuk menghadap kepala desa saja kita harus menunggu berlama-lama di lobby kantor kelurahan terelebih dahulu, lantas menyalaminya saat jumpa dan tak lupa pula senyum manis saat menyampaikan proposal permohonan dana, maka seharusnya ada banyak cara yang lebih mulia ketika kita menyampaikan proposal doa kita kepada Allah.

Ada beberapa cara yang dianjurankan oleh  Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani. Beberapa cara tersebut terangkum dalam Ghunyatul Thalibin yang menyebutkan sebagai berikut:

أن يمد يديه ويحمد الله تعالى ويصلى على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يسأله الله حاجته ولا ينظر إلى السماء في حاله دعائه، وإذا فرغ يديه مسح يديه على وجهه، لما روى عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: سلوا الله ببطون أكفكم

 “Dianjurkan pada saat berdoa membentangkan kedua tangan, mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian baru setelah itu mengutarakan permintaan dan permohonan, jangan menghadap langit pada saat berdoa, ketika selesai berdoa usaplah kedua tangan ke wajah. Dalam sebuah riwayat disebutkan Rasulullah berkata, ‘Mintalah kepada Allah dengan batin telapak tangan.’”

Syekh Abdul Qadir Al jilani menganjurkan sebuah sketsa yang baik dalam berdoa. Dimana saat berdoa baiknya dengan keadaan kedua telepak tangan terbentang, sebuah posisi tangan yang menunjukkan bahwa kita sedang memohon kepada Allah. Kemudian untuk memulai doa, baiknya diawali dengan berbagai pujian untuk Allah. Bukan berarti Allah membutuhkan pujian kita, melainkan kita datang dengan membawa pujian-pujian indah untuk-Nya. Kita menyadari bahwa sesungguhnya kita adalah makhluk lemah yang sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Begitu pula dengan pujian yang dipanjatkan kepada Rasulullah.

Baca Juga :  Doa Agar Menjadi Orang yang Pandai Bersyukur

Setelah menyerukan pujian untuk Allah dan Rasulullah, barulah kita mengutarakan segala permontaan dan permohonan kepada-Nya, sangat tidak dianjurkan untuk menghadap ke langit. Melainkan dengan posisi kepala yang menunduk, seakan-akan sedang bermuwajahah langsung dengan-Nya. Posisi yang seperti inilah yang bisa menghadirkan kekhusyu’an saat berdoa. Setelah semua permohonan dalam doa selesai diutarakan, baiknya kita mengusap wajah dengan kedua telapak tangan.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here